OJK Catat Penyaluran Kredit Bank Pembangunan Daerah Tumbuh Melambat

Share

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan penyaluran kredit industri Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencapai Rp656,87 triliun pada Maret 2026, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dilansir dari Bloomberg Technoz pada Jumat (22/5/2026).

Peningkatan penyaluran kredit tersebut berjalan beriringan dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencatatkan kenaikan sebesar 4,74 persen (yoy) hingga menyentuh angka Rp782,04 triliun. Ketahanan industri perbankan daerah ini juga diperkuat oleh raihan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang terjaga pada level 26,19 persen.

Aset industri secara keseluruhan turut mengalami ekspansi positif di tengah situasi ekonomi global maupun domestik yang dinamis. Kondisi stabilitas sektor keuangan ini dikonfirmasi langsung melalui laporan performa kuartal pertama oleh pihak pengawas otoritas.

"Kinerja BPD mengalami pertumbuhan yang baik, dengan total aset sampai Maret 2026 sebesar Rp1.036,51 triliun atau tumbuh sebesar 3,2% (yoy)," kata Dian dalam keterangan pers, dikutip Jumat (22/5/2026).

Kualitas pembiayaan dari industri BPD saat ini masih berada dalam ambang batas aman. Hal tersebut ditunjukkan oleh rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Gross yang bertengger di level 3,26 persen serta NPL Nett yang tercatat sebesar 1,27 persen.

Langkah mitigasi risiko terus dijalankan oleh manajemen perbankan untuk memastikan kesehatan aset tetap terjaga dengan baik. Manajemen secara konsisten menerapkan pengawasan ketat pasca-penyaluran dana serta mempersiapkan pencadangan nilai yang memadai.

Penerapan Roadmap BPD 2024-2027 yang diluncurkan dua tahun lalu diakui telah memberikan dampak positif terhadap penguatan daya saing industri. Kebijakan konsolidasi pemenuhan modal inti minimum (MIM) dari regulator berhasil memangkas jumlah BPD dengan modal inti di bawah Rp3 triliun dari 18 bank pada 2019 menjadi tersisa 10 bank pada akhir 2024, di mana seluruhnya kini telah bergabung dalam Kelompok Usaha Bank (KUB).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author