Aksi Luke Kornet Bawa San Antonio Spurs ke Final NBA 2026
Aksi defensif gemilang dari Luke Kornet sukses mengunci tiket Final NBA bagi San Antonio Spurs setelah mengalahkan tuan rumah Oklahoma City Thunder dengan skor 111-103 pada Game 7 Final Wilayah Barat, Sabtu malam waktu setempat di Paycom Center.
Saat laga tersisa sekitar 6,5 menit di kuarter keempat dan Spurs unggul 97-91, Isaiah Hartenstein melakukan tusukan untuk melakukan dunk, namun Kornet melompat dan melakukan blok bersih di depan ring.
Pelatih Spurs, Mitch Johnson, memberikan penilaian tinggi terhadap kontribusi penting yang diberikan oleh pemain cadangannya tersebut dalam momen krusial pertandingan penentu ini.
"Biggest play of the game," ujar Mitch Johnson, Pelatih Spurs.
Meskipun Kornet tidak lama kemudian ditarik keluar, momentum tersebut berhasil dibaca dengan baik oleh jajaran pemain cadangan dan staf Spurs yang langsung menyambutnya dengan pelukan hangat di bangku cadangan.
"Luke, he’s been there, he’s seen it, and he makes winning plays every game," kata Stephon Castle, Guard Spurs.
"I mean, none of them are to the magnitude of that one." tambah Stephon Castle, Guard Spurs.
Keberhasilan menahan laju serangan Thunder membuat atmosfer pertandingan berubah, bahkan beberapa pihak di bangku cadangan menyamakan aksi tersebut dengan blok historis LeBron James pada Final NBA 2016.
"Let's see which one has more staying power in the record books or history or whatever," ujar Luke Kornet, Center Spurs.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri ambisi Oklahoma City Thunder untuk mempertahankan gelar juara NBA, di mana performa lini serang mereka merosot akibat absennya Jalen Williams dan Ajay Mitchell.
"That was big," kata Victor Wembanyama, Center Spurs.
"So many big-time plays, so many guys stepping up, oh my God. It's an unreal chance. My life is amazing and being with these guys, living these things with these guys that I love so, so, so much, it's amazing." tambah Victor Wembanyama, Center Spurs.
Di sisi lain, Chet Holmgren dari Thunder tampil kurang maksimal dengan hanya mencetak empat poin dari dua percobaan tembakan selama 33 menit bermain, sementara Shai Gilgeous-Alexander berjuang keras memimpin timnya tanpa dukungan ofensif yang memadai.
San Antonio Spurs selanjutnya dijadwalkan menghadapi New York Knicks pada laga pembuka babak Final NBA yang akan berlangsung hari Rabu mendatang di San Antonio.