Koreografi Spider-Man Brand New Day Hadirkan Unsur Burung Phoenix

Share

Film Spider-Man: Brand New Day menampilkan kembali karakter X-Men Jean Grey ke layar lebar melalui penampilan aktris Sadie Sink. Dilansir dari Detikcom, entitas kosmik purba dari komik Marvel bernama Phoenix turut dihadirkan dalam sinema ini.

Kehadiran entitas tersebut tidak dimunculkan secara langsung berupa wujud karakter seperti dalam film X-Men tahun 2019. Unsur Phoenix disisipkan melalui koreografi pertempuran antara Spider-Man yang diperankan Peter Parker melawan kelompok The Hand.

The Hand sendiri digambarkan sebagai kelompok ninja berkostum merah yang dipersenjatai dengan samurai. Pertarungan tersebut berlangsung pada bagian akhir film saat Jean Grey mengendalikan para ninja untuk menghadapi pertahanan Spider-Man.

Gerakan laga The Hand versus Spider-Man dalam film ini mengadaptasi gerakan tarian merak yang fokus pada keselarasan gerak padu. Konsep tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh dengan memasukkan elemen burung Phoenix ke dalam koreografinya.

Para ninja diatur sedemikian rupa dalam formasi bertarung untuk membentuk visualisasi kepala serta sayap burung mistis tersebut.

"Saya mulai berpikir untuk membuat pertarungan ini terasa seperti burung Phoenix. Ninja di bagian tengah mewakili kepala, sementara ninja di setiap sisi mewakili sayap. Kami membangun formasi di sekitar konsep itu," ujar Zhang, koreografer laga yang berkolaborasi dengan sutradara Destin Daniel Cretton.

Tim produksi tetap mempertahankan aspek bela diri tradisional asli dalam setiap gerakan pertarungan. Pendekatan ini diterapkan demi memuaskan para pencinta seni bela diri serta para pemain video game Spider-Man.

Proses pengambilan gambar menghadapi kendala besar sewaktu syuting berlangsung di lokasi penjara asli. Penggunaan kabel sling menjadi sangat rumit akibat ruang gerak yang terhalang jeruji besi serta tebalnya dinding beton.

Phoenix Force di dalam komik Marvel dikenal sebagai entitas abadi yang tidak bisa dikalahkan serta eksis di seluruh realitas Multiverse. Kekuatan kosmik purba ini menjadi salah satu entitas yang paling ditakuti lintas semesta.

Entitas ini terbagi menjadi dua perwujudan berbeda di dunia, yaitu versi Dark Phoenix dan White Phoenix.

Wujud Dark Phoenix tercipta ketika kekuatan Phoenix menyatu dengan tubuh inang, lalu mengalami korup hingga mengambil alih kesadaran inangnya secara total. Fenomena ini menimpa Jean Grey karena kapasitas mutannya menjadikannya wadah paling ideal.

Dalam alur cerita komik Dark Phoenix Saga, Jean Grey menjadi inang bagi Phoenix saat berupaya menyelamatkan anggota tim X-Men lain. Jean Grey harus mengorbankan nyawanya dalam misi penyelamatan tersebut.

Di sisi lain, hanya ada beberapa inang khusus yang mampu menyatu secara harmonis dan hidup berdampingan sebagai White Phoenix.

Sejarah dan Asal Usul Phoenix Force

Menurut data dari Marvel Database, Phoenix Force telah eksis di alam semesta selama miliaran tahun sebelum diketahui oleh makhluk di Bumi. Dewa Badai bernama Hadad merupakan figur pertama yang berniat mengendalikan kekuatan tersebut untuk memperkuat zirah miliknya demi menguasai alam semesta.

Phoenix Force kembali ke eksistensi semula setelah Hadad berhasil dikalahkan oleh One Above All selaku entitas tertinggi di multiverse. Kejadian tersebut tidak menghentikan upaya makhluk lain untuk menguasai kekuatan kosmik ini.

Manusia pertama yang membawa kekuatan Phoenix Force ke planet Bumi adalah seorang penyihir pemuja Phoenix bernama Feron. Kendati demikian, entitas kosmik ini baru memilih manusia sebagai inang pertamanya beberapa milenium kemudian melalui sosok perempuan bernama Firehair.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author