Korea Selatan Percepat Pembangunan Pembangkit Listrik Nuklir untuk AI
Pemerintah Korea Selatan tengah mengkaji langkah untuk memangkas durasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir demi memenuhi lonjakan kebutuhan energi kecerdasan buatan (AI). Rencana pemenuhan pasokan daya listrik tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz pada Senin (6/7/2026).
Langkah strategis ini diambil seiring dengan meningkatnya kebutuhan daya global yang andal dan rendah karbon dari perusahaan teknologi dunia. Kebijakan percepatan ini nantinya akan diintegrasikan langsung ke dalam rencana dasar pasokan dan permintaan listrik jangka panjang.
"Biasanya dibutuhkan sembilan hingga sepuluh tahun untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Kami akan meneliti cara untuk mempersingkat jangka waktu tersebut," kata Kang Hoon-sik, Kepala Staf Kepresidenan.
Rincian teknis mengenai pemangkasan waktu konstruksi reaktor ini akan dijabarkan lebih lanjut dalam dokumen resmi berkala pemerintah, tambah Kang Hoon-sik.
Saat ini, sepertiga kebutuhan listrik di Korea Selatan sudah ditopang oleh energi nuklir. Kendati demikian, penambahan daya baru tetap krusial guna menyokong kawasan industri cip semikonduktor serta proyek pusat data raksasa domestik.
Kementerian Perindustrian pekan ini menyatakan bahwa Seoul sedang mengoordinasikan investasi senilai minimal 1.350 triliun won dari raksasa teknologi seperti Samsung Electronics Co dan SK Hynix Inc. Kendala regulasi dan kompleksitas konstruksi konvensional sejauh ini masih menjadi tantangan utama lambatnya pembangunan reaktor, sementara teknologi alternatif seperti reaktor modular kecil (SMR) dinilai belum siap secara komersial.