Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 1.430 Orang
Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar berkekuatan dahsyat yang mengguncang Venezuela dilaporkan terus bertambah. Hingga kini, proses evakuasi serta pencarian korban di bawah reruntuhan masih terus diupayakan.
Seperti dilansir dari Detikcom, rangkaian bencana ini bermula dari dua gempa utama yang terjadi pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Gempa pertama bermagnitudo (M) 7,2, yang kemudian disusul oleh guncangan kedua yang lebih kuat bermagnitudo (M) 7,5.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengategorikan fenomena ini sebagai gempa bumi doublet atau gempa kembar. Dampak guncangan tersebut meruntuhkan banyak bangunan, merusak bandara utama negara tersebut, dan memicu kekhawatiran meluasnya korban jiwa.
Sekitar dua hari setelah bencana melanda, warga mulai dilanda frustrasi akibat lambannya penyaluran bantuan di beberapa wilayah terdampak paling parah, termasuk negara bagian La Guaria. Di wilayah tersebut, penduduk dan relawan terpaksa membongkar puing-puing dengan tangan kosong karena minimnya alat berat.
Pemerintah Venezuela mengumumkan bahwa sedikitnya 1.430 orang tewas akibat gempa kembar tersebut, sementara 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka. Otoritas Caracas menyebut sebanyak 172 orang diyakini masih terjebak di reruntuhan bangunan, dan lebih dari 50.000 orang dilaporkan hilang.
Terdapat belasan warga negara asing (WNA) di antara korban tewas yang terkonfirmasi. Berdasarkan data otoritas, korban WNA terdiri dari sembilan warga Portugal, lima warga Spanyol, dua warga Brasil, dua warga China, dan satu warga Italia-Venezuela.
Pemerintah Portugal dan Spanyol menambahkan bahwa sebanyak 56 warga Portugal dan 133 warga Spanyol lainnya belum diketahui keberadaannya pascagempa. Sementara itu, otoritas seismik mencatat sedikitnya 300 gempa susulan melanda negara tersebut.
"Seingga saat ini, kami telah mencatat total 302 peristiwa seismik. Selain dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 tersebut, terdapat 300 peristiwa seismik lainnya, yang merupakan gempa susulan," ujar ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pidato yang disiarkan saluran televisi pemerintah, VTV.
Menurut Jorge Rodriguez, gempa susulan terjadi di sepanjang tiga patahan geologis utama yang melintasi wilayah Venezuela. Salah satu gempa susulan terbaru bermagnitudo (M) 4,9 dirasakan oleh warga pada Jumat (26/6) sore di area Caracas dan kota Maracay.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan besar akan meningkat secara signifikan mengingat puluhan ribu orang belum ditemukan.
"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks," kata Tom Fletcher.
"Kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang, lebih dari 500 orang tewas, jadi pekerjaan besar untuk menyisir puing-puing," lanjut dia.
Pernyataan dari perwakilan PBB tersebut muncul setelah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan bahwa jumlah korban tewas resmi meningkat lebih dari dua kali lipat pada hari Jumat menjadi 589 orang saat tim penyelamat berpacu mencari korban selamat.
Badan kemanusiaan PBB (OCHA) sejauh ini belum memiliki estimasi pasti mengenai seberapa tinggi total korban jiwa yang akan tercatat nantinya.
"Tugas kami adalah menemukan sebanyak mungkin dari mereka, dan menjaga agar jumlah korban jiwa tetap serendah mungkin, tetapi jelas jumlahnya akan meningkat secara signifikan." kata Tom Fletcher.