Konten Kreator Minta Maaf Usai Rekam Usher GIIAS 2026 Tanpa Izin

Share

Konten kreator dengan akun ebemartono mendapat sorotan karena merekam seorang usher di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tanpa izin dan mengunggahnya ke media sosial. Ketika diminta menghapus video, dia malah meminta ganti biaya.

Video tersebut berjudul "cara mendekati cewek" dan diposting di akun Instagram ebemartono. Salah satu usher dalam video tersebut keberatan karena dirinya dijadikan objek konten tanpa persetujuan. Aksi ini menuai kritik keras dari berbagai pihak.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengungkapkan bahwa tindakan merekam tanpa izin merupakan perbuatan tidak beretika dan melanggar hukum. Ia menegaskan bahwa pameran GIIAS harus menjadi lingkungan yang aman, terutama bagi pekerja profesional.

"Tindakan merekam seseorang secara diam-diam (candid) tanpa consent (izin), apalagi dijadikan materi konten 'cara mendekati cewek' untuk kepentingan komersial atau popularitas di media sosial, adalah perbuatan yang tidak beretika dan melanggar hukum," ujar Habiburokhman dilansir dari Detik Oto.

Setelah mendapat kecaman, ebemartono yang bernama asli Brian akhirnya mengunggah video permintaan maaf. Ia menyampaikan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan akibat aksinya.

"Sebelumnya saya Brian, saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan," kata Brian lewat akun Instagram @ebemartono.

Di GIIAS, usher bertugas menyambut dan membantu pengunjung serta memiliki pengetahuan tentang produk kendaraan yang dipamerkan. Biasanya, untuk mengambil foto usher, pengunjung perlu meminta izin terlebih dahulu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author