Lima Konsorsium Meluncurkan Tokenized Securities Framework di Hong Kong
FORMS HK, Chainlink, Apex Group, CSpro, dan Blockchain Valley@Cyberport meresmikan peluncuran Tokenized Securities Framework (TSF) di Hong Kong pada 5 Agustus 2026. Kerangka kerja ini dirancang untuk menstandarisasi seluruh siklus hidup efek yang ditokenisasi, mulai dari penerbitan, distribusi, hingga penyelesaian transaksi.
Pengembangan TSF disesuaikan secara langsung dengan batasan regulasi yang berlaku di Hong Kong. Infrastruktur ini memanfaatkan standar token terizin ERC-3643 yang menanamkan kontrol kepatuhan regulasi langsung pada tingkatan aset, sehingga aturan kelayakan investor melekat pada kontrak token.
Integrasi ekosistem dijalankan melalui platform TS Connect untuk mengelola eksekusi serta distribusi antarpartisipan. Mekanisme tersebut memungkinkan instrumen seperti obligasi terevaluasi bergerak di atas rantai blok dengan tetap mematuhi Securities and Futures Ordinance.
Setiap mitra memegang peran spesifik dalam lima lapisan arsitektur TSF. FORMS HK mengurusi orkestrasi infrastruktur dan integrasi sistem perbankan inti. Apex Digital memimpin struktur institusional dan administrasi dana. Sementara itu, CSpro mengelola asal-usul aset serta akses investor melalui lisensi SFC Type 1.
CEO FORMS HK Alex Chan menegaskan pentingnya penyelarasan teknologi baru dengan infrastruktur yang ada.
"Memajukan aset digital memerlukan integrasi dengan sistem keuangan yang ada," kata Alex Chan, CEO FORMS HK.
Sektor landasan kepercayaan pasar turut ditekankan oleh pimpinan CSpro dalam peluncuran kerangka kerja ini.
"Kepercayaan adalah fondasi dari pasar modal," kata Samson Lee, CEO Coinstreet dan CSpro.
Penerapan teknologi transfer digital dan layanan dana juga diutarakan oleh perwakilan Apex Digital.
"Teknologi tokenisasi yang teruji dipadukan dengan agen transfer digital dan layanan dana," kata Vince Turcotte, Director di Apex Digital APAC.
Chainlink menyediakan infrastruktur orakel dan kepatuhan melalui Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) serta Automated Compliance Engine (ACE). Keduanya memungkinkan aset terfragmentasi berpindah antarrantai blok secara aman sambil menerapkan aturan transaksi dan verifikasi identitas.
VP Asia Pacific and Middle East Chainlink Labs Niki Ariyasinghe menjelaskan fondasi utama dari pengembangan kerangka kerja tersebut.
"Data yang andal, interoperabilitas, dan kepatuhan lintas yurisdiksi," kata Niki Ariyasinghe, VP untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah di Chainlink Labs.
Integrasi TSF melengkapi pusat inovasi Blockchain Valley@Cyberport yang didukung dana komitmen sekitar 100 juta dolar AS selama tiga tahun. Program pemerintah Hong Kong tersebut menargetkan pencetakan lima perusahaan rintisan berstatus unicorn dan pelatihan lebih dari 200 profesional blockchain lokal.
Perwakilan pusat inovasi tersebut menyampaikan peran strategis kawasan Cyberport bagi para pelaku industri digital.
"Titik temu bagi perusahaan Web3, fintech, dan lembaga keuangan," kata Barry Chan, Perwakilan dari Blockchain Valley@Cyberport.
Hingga Maret 2026, sebanyak 13 produk ter-tokenisasi telah ditawarkan secara publik di Hong Kong dengan total aset kelolaan mencapai sekitar 10,7 miliar dolar AS. Pemerintah Hong Kong juga telah menerbitkan sekitar 2 miliar dolar AS dalam bentuk obligasi pemerintah ter-tokenisasi.