Konser Klasik KoreARound Culture Perkuat Hubungan Budaya Indonesia dan Korea Selatan
Hubungan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan kembali dipererat melalui pergelaran musik. Kolaborasi para musisi dari kedua negara sukses dihadirkan dalam satu panggung. Acara bertajuk 2026 Kore·A·Round Culture – Indonesia-Korea Classical Bridge tersebut berlangsung di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).
Panggung musik ini dipadati oleh penonton. Seperti dilansir dari Detikcom, pertunjukan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara DMZ International Music Festival (DMZIMF) Korea Selatan dengan Life On Piano Music Center Indonesia.
Inisiasi program 2026 Kore·A·Round Culture ini mendapatkan dukungan penuh dari Ministry of Culture, Sports and Tourism Korea serta KOFICE. Sejumlah musisi ternama dari kedua negara turut ambil bagian.
Delegasi Korea Selatan menampilkan pianis Sook Ryeon Park, violinis Ho Young Pi, dan cellis Ji Hoon Kim. Mereka berkolaborasi erat dengan para maestro musik klasik asal Indonesia. Perwakilan Indonesia dimeriahkan oleh pianis Levi Gunardi, soprano Aning Katamsi, cellis Ade Sinata, dan violinis Finna Kurniawati. Penonton disuguhkan karya komponis dunia.
Komposisi legendaris dari Richard Strauss, Antonín Dvořák, dan Dmitri Shostakovich bergema di dalam ruangan. Penampilan chamber music dari gabungan musisi tersebut menuai apresiasi berupa tepuk tangan meriah. Konser yang disokong oleh Prestige Pianos dan Schimmel Pianos ini turut menjadi wadah pengenalan karya asli Indonesia. Tiga pianis muda berbakat tampil membawakan repertoar khusus.
Harrier Lui, Ravel S. Gunardi, dan Sinclair Justin Gohandi menampilkan karya solo piano ciptaan Levi Gunardi. Pertunjukan ini dipadukan dengan aksi balet dan tarian tradisional Bali.
Momen penting lain dalam acara ini adalah peluncuran buku-buku musik karya Levi Gunardi. Buku tersebut kini telah diproduksi, diterbitkan, hingga dipasarkan secara resmi di Korea Selatan. Langkah nyata tersebut membuka peluang yang lebih lebar bagi karya-karya komponis tanah air.
Ke depan, karya musisi Indonesia dapat dipelajari serta dimainkan di panggung internasional.
Sebagai sajian penutup, ketujuh musisi lintas negara tampil bersama di atas panggung. Mereka membawakan aransemen medley lagu Arirang, Bengawan Solo, dan Ayo Mama.
Aransemen lagu gabungan tersebut digarap oleh Andriano Alvin. Perpaduan melodi dari dua negara ini berhasil menciptakan atmosfer yang hangat sekaligus menutup konser dengan tepuk tangan panjang.