Shoemaker Live Gelar Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan JIExpo

Share

Promotor Shoemaker Live mengumumkan penyelenggaraan dua konser spesial penyanyi klasik Andrea Bocelli di Candi Borobudur pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan Jakarta International EXPO (JIEXPO) pada Selasa, 3 November 2026.

Pertunjukan bertajuk Tur Peringatan 30 Tahun Romanza ini didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan, InJourney, serta Bank SMBC Indonesia dan Bank BNI sebagai sponsor utama. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang dikunjungi Bocelli tahun ini.

Pendiri Shoemaker, Prajna Murdaya, menyampaikan kepastian kabar tersebut dalam konferensi pers di JIEXPO pada Rabu, 19 Agustus 2026.

"Setelah 15 tahun, Andrea Bocelli kembali ke Indonesia untuk dua pertunjukan, di Candi Borobudur pada Sabtu 31 Oktober dan di Jakarta International EXPO, di hall yang baru, pada Selasa 3 November. Kedua malam ini menandai pencapaian penting. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang menggelar konser publik penyanyi klasik terbesar yang masih aktif tersebut, pada tahun ini," kata Prajna Murdaya, Pendiri Shoemaker.

Khusus di Candi Borobudur, penyelenggara menyiapkan desa budaya (cultural village) yang dapat diakses eksklusif oleh pemegang tiket pada hari pertunjukan untuk menampilkan tradisi serta kearifan lokal Magelang dan Jawa Tengah. Langkah ini dirancang untuk menyatukan seni pertunjukan dengan lanskap budaya situs warisan dunia tersebut.

Selain itu, promotor menyiapkan penayangan digital via layanan over-the-top (OTT) guna mempromosikan destinasi Indonesia ke tingkat global, mengingat Bocelli sebelumnya pernah tampil di situs bersejarah seperti Piramida Giza, Akropolis, dan Vatikan.

"Siaran dan penayangan digital membawa Borobudur kepada audiens yang belum pernah mempertimbangkan Indonesia sebagai destinasi," tutur Prajna Murdaya, Pendiri Shoemaker.

Pemerintah memproyeksikan potensi dampak ekonomi yang signifikan dari perhelatan musik internasional ini.

"Untuk event konser yang besar, seperti konser Coldplay di Indonesia pada 2023, dampak ekonominya itu 75 juta dolar Amerika Serikat, sekitar Rp 1,1 triliun. Dan untuk konser ini, ditargetkan ada 7 ribu penonton di Candi Borobudur dan 9 ribu di JIEXPO, dan kami mendapatkan informasi kira-kira ada target 46 juta dolar AS atau sekitar Rp 792 miliar, akan ada aktivitas ekonomi yang tercipta dari konser ini," tutur Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.

Sektor kebudayaan juga menilai kehadiran konser ini sebagai strategi efektif untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur secara berkelanjutan.

"Suatu promosi bagi Candi Borobudur untuk didatangi. Pada akhirnya kunjungan wisatawan, mudah-mudahan berlipat ganda. Bila Kebudayaan bekerja di hulu, maka Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di hilir. Maka, ini adalah kolaborasi yang sangat penting," ujar Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Selain pergerakan ekonomi dan pariwisata, ajang ini dirancang sebagai wadah pertukaran pengalaman antara musisi internasional dan talenta lokal.

"Kolaborasi seperti ini menjadi ruang pertukaran pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang agar karya dan talenta Indonesia semakin dikenal di tingkat global," tutur Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author