Komdigi Siapkan Lelang Frekuensi 900 MHz dan Kajian 3,5 GHz
Kementerian Komunikasi dan Digital merencanakan proses pemanfaatan pita frekuensi 900 MHz serta mengkaji penggunaan band 3,5 GHz untuk pengembangan jaringan 5G di Jakarta pada Selasa (21/7/2026), dilansir dari Detik iNET.
Langkah ini diambil pemerintah usai menuntaskan seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Pengelolaan spektrum berlanjut guna menampung lonjakan kapasitas jaringan nasional.
Pemerintah mencatat adanya blok kosong 2 x 7,5 MHz (15 MHz) dari sisa pengembalian XLSmart pascamerger XL Axiata dan Smartfren yang kini dalam proses penyerahan kembali.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan agenda penataan frekuensi tersebut saat berada di kantor kementerian.
"Insya Allah ke depan, persis ketika ini selesai, kita juga akan mempersiapkan proses pemanfaatan frekuensi di 900 MHz. Mudah-mudahan lelang dapat dimulai di tahun ini juga," ujar Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital.
Pita 3,5 GHz dinilai ideal untuk memperluas kapasitas 5G karena memiliki bandwidth lebih besar. Namun, Komdigi masih menyusun kajian komprehensif terkait peruntukan dan skema pemanfaatannya lantaran spektrum tersebut masih digunakan untuk layanan satelit.
"Waktunya, kalau untuk 3,5 GHz masih kita pikirkan sambil menunggu kajian lengkapnya, terkhusus yang terkait dengan peruntukan band tersebut dan pemanfaatannya," ujar Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital.
Tahapan lelang ini melengkapi penataan spektrum beruntun sejak pemanfaatan pita 1,4 GHz pada 2025 serta seleksi pita 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026.
Pada lelang 700 MHz sebelumnya, XLSmart meraih bandwidth 30 MHz senilai Rp1,0602 triliun, Telkomsel menguasai 20 MHz senilai Rp642,5 miliar, dan Indosat memperoleh 20 MHz senilai Rp507,48 miliar.
Sementara pada lelang 2,6 GHz, Telkomsel memenangkan bandwidth 80 MHz dengan nilai Rp545,84 miliar, Indosat mendapat 60 MHz senilai Rp372 miliar, dan XLSmart mengamankan 50 MHz senilai Rp231,6 miliar.