Komdigi Rampungkan Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perluas Jaringan 5G

Share

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelesaikan proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini menjadi amunisi baru bagi operator seluler untuk memperluas cakupan serta meningkatkan kualitas layanan 5G di Indonesia, dikutip dari Detik iNET.

Generasi terbaru teknologi seluler ini menawarkan kecepatan internet lebih tinggi, latensi lebih rendah, dan kapasitas jaringan lebih besar dibandingkan 4G. Pengembangannya kini tidak hanya berfokus pada akses smartphone, tetapi juga mendukung integrasi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), kendaraan otonom, hingga otomasi industri.

Sejak resmi hadir di Indonesia pada 2021, adopsi internet cepat ini tercatat masih di bawah 10%. Tambahan spektrum hasil lelang menjadi momentum penting untuk mengakselerasi pemerataan sinyal ke berbagai wilayah.

Pita frekuensi 700 MHz memiliki daya jangkau luas yang efektif menjangkau daerah belum optimal. Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz menyediakan kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan area padat penduduk dan pusat kegiatan ekonomi.

Perbedaan Utama Jaringan 4G dan 5G

Pemanfaatan kedua generasi teknologi ini memiliki beberapa perbedaan esensial dari segi performa dan peruntukan:

Kecepatan akses 5G mampu menembus ratusan Mbps hingga melebihi 1 Gbps dalam kondisi ideal. Performa tersebut dipengaruhi oleh spektrum frekuensi, kapasitas jaringan, jumlah pengguna, serta perangkat yang digunakan.

Dari sisi teknologi, 4G menjadi tulang punggung aktivitas harian seperti streaming video dan konferensi video. Sementara 5G hadir dengan latensi lebih rendah serta kapasitas daya hubung perangkat yang jauh lebih masif.

Cakupan 4G saat ini masih menjadi yang terluas di tanah air. Meski demikian, kombinasi frekuensi baru diproyeksikan akan mempercepat perluasan jangkauan 5G secara signifikan.

Dampak bagi Industri dan Masyarakat

Di sektor industri, 5G memungkinkan pemantauan mesin secara real-time, pengoperasian alat berat jarak jauh, pengaplikasian sensor IoT, smart factory, smart mining, hingga smart port guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.

Bagi masyarakat umum, teknologi ini memberikan pengalaman streaming yang lebih lancar, kualitas video conference yang meningkat, cloud gaming tanpa hambatan, serta konektivitas berbagai layanan berbasis AI.

Apakah Jaringan 4G Akan Ditinggalkan?

Penggunaan jaringan 4G dan 5G dipastikan masih berjalan berdampingan dalam beberapa tahun ke depan. Jaringan 4G tetap diandalkan sebagai tulang punggung layanan seluler karena ketersediaan cakupannya yang luas.

Di sisi lain, ekosistem 5G akan terus diperluas seiring selesainya lelang frekuensi, memberi ruang bagi penyedia layanan untuk menghadirkan inovasi digital secara berkelanjutan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author