Komdigi Loloskan Tiga Operator Seluler dalam Seleksi Frekuensi Strategis
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan tiga operator seluler besar di Indonesia lolos dalam tahap evaluasi administrasi Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026. Tiga perusahaan telekomunikasi tersebut adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.
Seperti dikutip dari Detik iNET, ketiga korporasi tersebut dinyatakan telah memenuhi seluruh kriteria administratif yang dipersyaratkan. Ketiganya bersaing untuk mengamankan hak penggunaan pada dua pita frekuensi strategis tersebut secara sekaligus.
"Dengan hasil evaluasi administrasi tersebut, proses Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026 dilanjutkan ke tahapan Lelang Harga," demikian keterangan Tim Seleksi Komdigi dalam pengumuman resminya, Jumat (26/6/2026).
Proses penawaran harga dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Mekanisme penawaran akan memanfaatkan sistem elektronik e-Auction, di mana setiap perwakilan operator diwajibkan menggunakan fitur tanda tangan digital melalui platform Peruri Shield.
Berdasarkan keputusan resmi panitia seleksi, seluruh operator yang mendaftar berhasil melaju ke tahapan kompetisi harga untuk kedua spektrum yang ditawarkan.
| Kategori Pita Frekuensi | Nama Peserta Seleksi |
|---|---|
| PT Indosat Tbk | PT Telekomunikasi Selular |
| PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk | PT Indosat Tbk |
| PT Telekomunikasi Selular | PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk |
Sebelum dinyatakan lolos, para peserta telah melewati rangkaian agenda seleksi yang berjalan sejak April hingga Juni 2026. Tahapan tersebut meliputi pengunduhan berkas, sesi tanya jawab, penjelasan teknis atau aanwijzing, simulasi sistem lelang, hingga penyerahan dokumen kelengkapan administrasi.
Urgensi Spektrum Jaringan
Pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memegang peran vital dalam peta jalan modernisasi infrastruktur telekomunikasi nasional. Keduanya memiliki karakteristik teknis yang saling melengkapi dalam mengoptimalkan performa broadband.
Frekuensi gelombang rendah di kelas 700 MHz memiliki keunggulan pada radius pancaran sinyal yang luas dan daya tembus dinding bangunan yang kuat. Karakteristik ini sangat efisien untuk memperluas jangkauan layanan internet cepat ke area rural atau pinggiran kota tanpa membutuhkan terlalu banyak menara pemancar baru.
Sebaliknya, pita 2,6 GHz yang berada di segmen spektrum tinggi menawarkan kapasitas transmisi data yang masif. Kapasitas besar ini dirancang khusus untuk mengurai kepadatan lalu lintas data di wilayah perkotaan, kawasan industri, serta pusat-pusat bisnis dengan populasi pengguna aktif yang padat.
Penggabungan pemanfaatan kedua spektrum ini ditargetkan mampu meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional jaringan 4G, sekaligus mempercepat adopsi serta perluasan jangkauan konektivitas 5G di seluruh Indonesia.