Néstor Lorenzo Puji Kolombia Usai Tembus Babak Gugur Piala Dunia 2026
Pelatih tim nasional Kolombia, Néstor Lorenzo, memberikan apresiasi tinggi atas performa skuadnya yang berhasil menumbangkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 1-0 pada pertandingan babak penyisihan Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Guadalajara, Meksiko, Selasa, 23 Juni 2026 malam waktu setempat.
Kemenangan tipis tersebut memastikan langkah Tricolor menuju babak 16 besar sebagai pemimpin takhta sementara Grup K dengan perolehan enam poin dari dua laga. Gol tunggal penentu kemenangan dicetak oleh bek kanan Daniel Munoz yang merangsek naik memanfaatkan skema pembongkaran lini pertahanan lawan.
Pertandingan yang berlangsung sengit di Guadalajara ini dipimpin oleh wasit asal Italia, Maurizio Mariani. Wasit berusia 44 tahun tersebut dipilih langsung oleh FIFA karena rekam jejaknya yang tegas di Serie A dan kompetisi Eropa, serta dibantu oleh asisten Daniele Bindoni dan Alberto Tegoni.
Seusai pertandingan, Néstor Lorenzo mengungkapkan rasa puas dan emosinya yang mendalam atas kepatuhan para pemain terhadap strategi yang telah dipersiapkan sejak awal laga.
"Sí, la verdad que fue un partidazo de Colombia frente a Congo. A los muchachos les agradezco, siguieron el plan, pudimos ganar con más diferencia. Estos partidos son así. Al final unos centros nos complicaron un poco, pero fuimos justos ganadores" kata Lorenzo kepada jurnalis Gol Caracol, Juan Pablo Hernández.
Pelatih asal Argentina tersebut menggarisbawahi pentingnya mematikan pergerakan antarlini dari tim lawan yang dikenal berbahaya dalam melakukan serangan balik cepat.
"Con estos equipos tenés que contrarrestarlos, no dejarles los espacios entre líneas, porque te salen de contra y estuvimos con seguridad. Arias, Puerta Lerma, James mismo se jugó un partidazo. Muy contento por todo. Se mataron en la cancha y siguieron el plan" ujar Lorenzo menambahkan analisis taktiknya.
Meskipun meraih poin penuh, Lorenzo tidak menutupi bahwa sang lawan yang berjuluk para Macan Tutul sempat memberikan tekanan berarti melalui skema bola-bola mati di area pertahanan Kolombia.
"Los partidos son así" tutur Lorenzo setelah memuji ketangguhan fisik dan kedisplinan yang ditunjukkan oleh skuad Republik Demokratik Kongo sepanjang pertandingan.
Lebih lanjut, juru taktik Tricolor ini memberikan kredit khusus kepada Daniel Munoz dan para pemain belakang yang berani mengeksploitasi ruang kosong saat transisi menyerang dilakukan.
"Ellos son los que quedan expuestos cuando el equipo rompe las líneas. Los laterales como Daniel subieron, fueron al frente. Y en la zona media de la cancha se armó un triángulo espectacular. Lo hicimos de la mejor manera" ucap Lorenzo menjelaskan fungsi taktis bek sayapnya.
Lorenzo juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada ribuan pendukung Kolombia yang hadir langsung memenuhi tribun stadion dan menciptakan atmosfer meriah khas Amerika Selatan.
"Gracias a todos los colombianos" cetus Lorenzo menutup pernyataannya.
Berdasarkan rilis jadwal kompetisi, Kolombia dijadwalkan akan menutup pertandingan fase grup dengan menghadapi Portugal di Miami pada 27 Juni 2026 mendatang. Sementara itu, Republik Demokratik Kongo yang baru mengantongi satu poin akan bertanding melawan Uzbekistan pada hari yang sama.