New York Knicks Lolos ke Final NBA Usai Sapu Bersih Cleveland Cavaliers

Share

New York Knicks memastikan tiket ke Final NBA untuk pertama kalinya sejak 1999 setelah menumbangkan Cleveland Cavaliers dengan skor 130-93 pada laga keempat final Wilayah Timur, Senin malam waktu setempat.

Kemenangan telak di Rocket Arena tersebut membuat skuad asuhan Mike Brown menyapu bersih seri final wilayah dengan keunggulan mutlak 4-0 dan berpeluang mengakhiri puasa gelar juara selama 53 tahun.

Kapten New York Knicks, Jalen Brunson, dinobatkan sebagai MVP Final Wilayah Timur setelah mencatatkan rata-rata 25,5 poin dan 7,7 asis sepanjang seri, termasuk performa gemilang saat membalikkan ketertinggalan 22 poin pada laga pertama.

Melalui data resmi yang dihimpun mainbasket.com, New York Knicks kini mengemas 11 kemenangan beruntun di playoff 2026 dan mencatatkan selisih poin total mencapai 225 angka dalam 10 laga kejuaraan tersebut.

Kepala pelatih New York Knicks, Mike Brown, menegaskan bahwa pencapaian ini tidak diraih dengan mudah melainkan melalui kerja keras, komunikasi yang solid, serta fokus pada detail di setiap pertandingan.

"They do the things I always talk about: they hold each other accountable, they believe in the process, they play with an unmatched competitive spirit," kata Brown, Kepala Pelatih New York Knicks.

Brown menambahkan bahwa energi luar biasa dari para pemainnya menjadi kunci utama untuk memenangkan pertandingan secara berturut-turut di fase pascamusim yang ketat ini.

"If you do those things while focusing on the detail, communicating, and bringing energy and effort, you have a chance to win some games in a row." ujar Brown, Kepala Pelatih New York Knicks.

Di sisi lain, kapten tim Jalen Brunson menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin fungsional dengan melepaskan umpan kepada rekan setimnya saat mendapatkan pengawalan ketat dari lini pertahanan lawan.

"I sort of agree with what Donovan Mitchell’s message was after the game," kata Tim Bontemps, Analis ESPN.

Bontemps menilai penurunan efisiensi serangan pada laga kedua menjadi penyebab utama keterpurukan skuad asuhan Kenny Atkinson tersebut.

"And Kenny Atkinson’s message after the game, which was that this was an offensive loss for the Cavs." ujar Tim Bontemps, Analis ESPN.

Menurut analisis Bontemps, performa Cleveland Cavaliers di kuarter akhir tidak cukup tajam untuk mengimbangi intensitas permainan yang diterapkan oleh New York Knicks.

"The Cavs just were not good enough offensively," kata Tim Bontemps, Analis ESPN.

Meskipun demikian, ia sempat memprediksi Cleveland Cavaliers memiliki talenta yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya tersapu bersih di laga keempat.

"The Cavs are built to be an excellent offensive team," cetus Tim Bontemps, Analis ESPN.

Kegagalan mengonversi tembakan tiga angka pada laga ketiga kian memperparah situasi tim tuan rumah yang tampil di bawah tekanan publik sendiri.

"And their offense was not good enough tonight." tutur Tim Bontemps, Analis ESPN.

Bontemps menambahkan bahwa jika New York Knicks mampu menjaga momentum pada pertandingan hari Sabtu tersebut, seri ini akan segera berakhir dengan cepat.

"They have the talent to win the series," kata Tim Bontemps, Analis ESPN.

Kondisi fisik yang terkuras dan kelelahan menjadi sorotan utama pengamat olahraga setelah Cleveland Cavaliers gagal membendung dominasi fisik dari tim tamu.

"They can play with the Knicks." ujar Tim Bontemps, Analis ESPN.

Analis olahraga The Athletic, Jason Lloyd, menyoroti atmosfer Rocket Arena yang kehilangan gairah akibat performa lesu tim tuan rumah sepanjang pertandingan penentu tersebut.

"But if the Knicks are going into this game Saturday night," ucap Tim Bontemps, Analis ESPN.

Kekalahan beruntun ini memastikan musim kompetisi Cleveland Cavaliers berakhir lebih cepat di hadapan pendukung mereka sendiri.

"they have a chance to end this thing." kata Tim Bontemps, Analis ESPN.

Kini New York Knicks tinggal menunggu pemenang antara San Antonio Spurs dan Oklahoma City Thunder di Final NBA yang saat ini kedudukannya masih imbang 2-2.

"Fatigue certainly seems to have been an issue throughout this series with the Knicks and was on display again in Game 3. The Cavs looked lethargic, the building lacked energy because the home team gave them nothing to cheer for and now this erratic, inconsistent season could come to an end Monday night," kata Jason Lloyd, Analis The Athletic.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Basket NBA New York Knicks
Editors Team
gilang-permana-putra
Author