Klub Armenia Ukir Lonjakan Prestasi di Kompetisi Eropa
Sepak bola Armenia mencatat peningkatan performa signifikan di kompetisi Eropa dalam sembilan tahun terakhir setelah Ararat-Armenia mengantongi keunggulan agregat 2-1 atas Celje di kualifikasi Liga Champions UEFA.
Peluang melaju ke babak kualifikasi akhir tersebut menandai lonjakan besar bagi Armenia. Pada musim 2017/18, negara ini masih tertahan di peringkat ke-48 dalam pemeringkatan koefisien UEFA dengan mayoritas wakil langsung tersingkir di fase awal.
Pada musim 2017/18, Alashkert menjadi satu-satunya tim yang lolos dari putaran pertama usai menundukkan Santa Coloma. Sementara itu, tiga wakil Armenia lainnya yakni Pyunik, Gandzasar, dan Shirak langsung tereliminasi.
| Klub | Kompetisi | Lawan | Agregat |
|---|---|---|---|
| Alashkert | Liga Champions | Santa Coloma | 2-1 |
| Alashkert | Liga Champions | BATE Borisov | 2-4 |
| Pyunik | Liga Eropa | Slovan Bratislava | 1-9 |
| Gandzasar | Liga Eropa | Mladost | 0-4 |
| Shirak | Liga Eropa | Gorica | 2-4 |
Perubahan format kompetisi UEFA pada musim 2018/19 memberi jalur tambahan bagi tim yang gugur di Liga Champions untuk berpindah ke Liga Eropa. Kesempatan ini dimanfaatkan Ararat-Armenia hingga menembus babak playoff Liga Eropa musim 2019/20 seusai mengalahkan Saburtalo.
Sejarah baru diukir Alashkert pada musim 2021/22 sebagai klub Armenia pertama yang berhasil menembus fase grup kompetisi Eropa di UEFA Europa Conference League. Langkah tersebut diikuti Pyunik yang menembus putaran ketiga kualifikasi Liga Champions pada musim 2022/23.
Tren positif berlanjut pada musim 2024/25 saat Pyunik, Noah, dan Ararat-Armenia secara bersamaan mencapai putaran ketiga kualifikasi Liga Konferensi. Keberhasilan tersebut membawa Noah mengamankan posisi di fase liga kompetisi Eropa pada musim 2025/26.