Kisah Film Victory Suguhkan Drama Tawanan Perang dan Magis Pele

Share

Sinema klasik Victory atau yang dikenal sebagai Escape to Victory menyajikan tontonan unik bagi pencinta sepak bola. Dilansir dari Detikcom, film rilisan 1981 ini menggabungkan drama tawanan perang Dunia Kedua dengan pertandingan sepak bola melawan Nazi. Sutradara legendaris John Huston menggarap film ini dengan menggandeng aktor ternama seperti Michael Caine dan Sylvester Stallone.

Menariknya, daya tarik utama film ini justru terletak pada kehadiran para legenda sepak bola asli era 70-an dan 80-an. Nama-nama besar seperti sang maestro Pelé, Bobby Moore, hingga Osvaldo Ardiles turut ambil bagian sebagai pemain figuran. Kisahnya berfokus pada sekelompok tawanan perang Sekutu yang bersedia bertanding dalam laga persahabatan melawan tim nasional Jerman bentukan Nazi.

Pihak Nazi merancang pertandingan di Paris tersebut sebagai alat propaganda untuk memperlihatkan superioritas ras mereka. Namun, bagi para tawanan Sekutu, laga ini awalnya dimanfaatkan sebagai kedok untuk melancarkan rencana pelarian besar-besaran.

Alur cerita film ini terinspirasi secara longgar dari peristiwa nyata di Ukraina pada tahun 1942 yang populer dengan sebutan Death Match. Pada sejarah aslinya, sekelompok mantan pemain klub Dynamo Kyiv dipaksa bertanding melawan tentara Jerman di bawah ancaman eksekusi mati jika mereka menang. Berbeda dengan akhir tragis yang terjadi di dunia nyata, John Huston mengemas film Victory menjadi tontonan khas Hollywood. Hasil akhir film diubah menjadi penuh harapan, sportivitas, dan drama kepahlawanan.

Ketegangan Lapangan Hijau dan Cerita di Balik Layar

Puncak emosi dalam film terjadi pada babak kedua pertandingan. Ketika kesempatan melarikan diri lewat terowongan bawah tanah terbuka lebar di ruang ganti saat turun minum, para karakter justru memilih menolak kabur. Mereka memutuskan kembali ke lapangan guna menyelesaikan pertandingan demi sebuah harga diri. Para tawanan memilih menghadapi kecurangan wasit serta permainan kasar dari tim Nazi.

Sinematografi apik dalam film berhasil menangkap ketegangan di lapangan, termasuk aksi tendangan salto ikonik dari Pelé. Di samping drama kepahlawanan tersebut, proses produksi film ini juga menyimpan cerita menarik di balik layar. Sylvester Stallone yang kala itu sangat populer lewat seri Rocky sempat bersikeras agar karakternya mencetak gol kemenangan.

Namun, para pesepak bola profesional memberi tahu Stallone bahwa tidak realistis jika seorang penjaga gawang maju ke depan untuk mencetak gol. Aktor yang memerankan kiper asal Amerika tersebut akhirnya mengalah. Stallone menerima peran penentu lain yang tidak kalah dramatis, yaitu menggagalkan tendangan penalti Nazi pada menit-menit akhir pertandingan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author