Kisah Amilludin Affan Raih Omzet Miliaran dari Agen BRILink
Seorang pengusaha asal Depok, Amilludin Affan, sukses mengembangkan bisnis konter pulsa sederhana menjadi Agen BRILink dengan omzet besar. Usaha bernama Affan Cell ini kini mampu mempekerjakan delapan orang karyawan untuk melayani perbankan warga.
Gerai yang berlokasi di Jalan Sulaiman, Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat ini terpantau selalu padat dikunjungi masyarakat sekitar. Seperti dikutip dari Detik Finance, puluhan pelanggan rela mengantre demi melakukan berbagai transaksi keuangan.
Masyarakat datang silih berganti untuk memenuhi bermacam kebutuhan, mulai dari membeli pulsa, memperbaiki ponsel, hingga melakukan transaksi perbankan. Kepadatan pembeli membuat Affan menyediakan fasilitas kursi tunggu di area depan toko miliknya.
Sebelum meraih kesuksesan, Affan harus melewati perjalanan panjang dan mencicipi getirnya dunia usaha. Ia sempat melakoni pekerjaan serabutan setelah lulus sekolah demi menyambung hidup sehari-hari.
Affan tercatat pernah menjadi penjual kopi keliling hingga menjadi kuli panggul barang-barang berat. Pekerjaan terakhirnya sebelum mandiri adalah menjadi operator di sebuah konter pulsa kawasan Pancoran Mas, Kota Depok.
"Waktu udah lulus sekolah, saya udah lamar kerja di mana-mana nggak ada yang keterima. (Akhirnya) Saya sama temen jualan kopi keliling, itu pertama. Kedua, saya juga pernah kerja di Agus Bako Sebagai kulit panggul juga pernah," kenang Affan kepada detikcom belum lama ini.
Pengalaman kerja sebagai operator agen pulsa selama satu tahun tersebut menginspirasi dirinya untuk mendirikan Affan Cell. Di tempat kerja lamanya, ia mempelajari seluruh seluk-beluk manajemen dan operasional penjualan pulsa.
"Kerja di situ setahun sebagai operator agen pulsa. Voucher semua ada di toko itu, jadi dari sana saya tahu ilmunya dan paham 'dapurnya'. Akhirnya saya coba buka usaha dengan modal sendiri," ungkapnya.
Modal Awal Rp 1 Juta dan Kerugian Investasi
Bisnis yang dikelola Affan tidak langsung berkembang pesat pada masa awal pendiriannya di tahun 2011. Saat itu, ia memulai usaha dengan modal Rp 1 juta dan etalase kaca sepanjang 1 meter di teras rumah orang tuanya.
"Etalase cuma 1 meter, kecil banget. Modalnya cuma sekitar Rp 1 juta di tahun 2011 itu," jelasnya.
Keuntungan tipis dari setiap transaksi pulsa ia tabung secara tekun hingga usahanya berkembang pada tahun 2014. Affan kemudian memindahkan usahanya ke ruko yang lebih luas dan mulai mempekerjakan dua orang pegawai dari warga sekitar.
"2014 itu karyawannya dulu cuma dua orang, dan saya (sendiri) masih ikut menjaga toko dari pagi sampai malam," ungkapnya.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus karena Affan sempat menjadi korban penipuan alat server pulsa pada tahun 2015. Kerugian materiil yang dialaminya mencapai puluhan juta rupiah akibat perangkat yang cepat usang.
"Kita beli alatnya total Rp 25 juta waktu itu 2015 baru saya buka di sini. Saya beli mesinnya total Rp 25 juta itu bertahan cuman 3 bulan, akhirnya waktu itu mesinnya belum (upgrade) masih ketinggalan zaman," jelasnya.
Meski merugi, Affan menjadikan momentum tersebut sebagai titik balik untuk memperbaiki strategi bisnis. Saat ini, jumlah pegawainya telah berkembang menjadi delapan orang yang dibagi ke dalam dua giliran kerja.
"Sekarang total karyawan sudah ada 8 orang," ungkapnya.
Agen BRILink Jadi Penopang Pendapatan Utama
Keputusan bergabung menjadi Agen BRILink membawa dampak besar karena menyumbang sekitar 50 persen dari total pendapatan Affan Cell. Sisanya ditopang oleh lini bisnis penjualan pulsa serta jasa servis ponsel.
"Namanya usaha kan tidak tentu, kadang naik dan turun. Tapi kalau sekarang posisinya sudah stabil, sekitar 50 persen pendapatan toko disumbang dari AgenBRILink," tuturnya.
Setelah konsisten selama 7 tahun, Affan kini telah naik level menjadi agen Juragan. Volume transaksi bulanan di gerainya mencapai 4.000 transaksi dengan perputaran uang berkisar antara Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar.
"Ya kurang lebih Rp 2-3 miliyar uang yang berputar. Jadi uang masuk dan keluar bersilangan, ada yang transfer dan ada juga yang menarik tunai," ungkapnya.
Pendapatan agen diperoleh dari pembagian biaya admin sebesar Rp 5.000 untuk transaksi di bawah Rp 2 juta, serta komisi dari BRI sebesar Rp 1.500 per transaksi yang berhasil diproses.
"Adminnya Rp 5 ribu per transaksi (untuk nominal) di bawah Rp 2 juta. (Kalau transaksinya) Rp 3 juta, Rp 8 juta, dan seterusnya, ada penyesuaian tarif admin lagi," ungkapnya.
Solusi Transaksi Hemat Waktu bagi Warga
Kehadiran Affan Cell menjadi solusi bagi masyarakat sekitar yang ingin menghindari kemacetan jalan raya dan biaya parkir di ATM. Layanan ini dinilai lebih efisien dari sisi waktu dan tenaga bagi para nasabah.
"Jadi memang memudahkan orang buat transaksi, tarik tunai maupun transfer. Jadi orang kan berpikir, walaupun di sini ada biaya adminnya, nggak terlalu berpengaruh banget daripada ke bank yang membuang waktu, kena macet, belum lagi bayar parkirnya. Kalau dihitung-hitung jadinya sama saja," tuturnya.
Manfaat ini dirasakan langsung oleh Anton, seorang pekerja bangunan di wilayah Sawangan yang rutin mengirimkan upah tunainya ke kampung halaman. Menurutnya, keberadaan agen perbankan ini sangat memotong waktu perjalanan.
"(Agen BRILink) ya mempermudah saya. Bisa kirim uang ke kampung (halaman dengan cepat), (lokasinya) deket, dan nggak macet," kata Anton.
Selain itu, fleksibilitas penarikan uang tunai di Agen BRILink menjadi nilai tambah tersendiri bagi warga. Proses penarikan saldo tidak dibatasi oleh kelipatan nominal tertentu seperti pada mesin ATM konvensional.
"Keunggulannya di sini kalau narik uang nggak mesti Rp 50 ribu. (Ambil) Rp 20 ribu pun bisa dilayani," jelasnya.
Pendorong Roda Ekonomi Kerakyatan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen memperluas jangkauan inklusi keuangan di Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan jaringan Agen BRILink yang tersebar hingga ke pelosok pedesaan.
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa keberadaan agen kemitraan ini berfungsi mendekatkan akses perbankan kepada masyarakat. Agen BRILink kini menjadi ujung tombak perseroan dalam menggerakkan perekonomian lokal.
"Agen BRILink menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," ungkapnya.
Berdasarkan data internal perusahaan per akhir Maret 2026, total jaringan Agen BRILink telah menembus angka 1,18 juta agen. Jaringan kemitraan keuangan ini tercatat telah menjangkau sebanyak 66.450 desa atau setara dengan lebih dari 80 persen wilayah desa di seluruh Indonesia.