Kinoko Nasu Jelaskan Alasan FGO Batal Tutup Server Berkat Antusias Pemain
Game Fate/Grand Order (FGO) yang seharusnya berakhir di akhir tahun 2025 batal tutup server berkat antusiasme komunitas pemainnya, menurut penjelasan Kinoko Nasu, penulis dan pengawas skenario FGO, dilansir dari Gamebrott.
Rencana awal FGO berakhir ketika babak final tercapai dan Olga Marie dikalahkan, namun keputusan akhir bergantung pada respons pemain selama event Raid di babak tersebut. Tulisan "Until the End of Grand Order" muncul saat Raid mencapai angka nol sebagai simbol akhir game.
Kinoko Nasu mengatakan, "Ini cara saya bertanya kepada pemain, apakah kalian masih melakukan Raid meski sudah tahu itu bakal terjadi?". Event Raid tersebut menjadi penentu apakah game akan berakhir atau berlanjut.
Dia juga menambahkan, "Kami membawa FGO menuju akhir melalui hasil keputusan dari semua, meskipun begitu kami akan terus maju ke depan terhadap apa yang ada di masa depan."
Nasu mengungkapkan bahwa ia telah menulis pengumuman resmi mengenai berakhirnya game, namun pihak pengembang meminta agar penyampaiannya diperlunak agar tidak menimbulkan masalah.
Antusiasme komunitas menjadi faktor utama kelanjutan FGO. Berdasarkan polling dari Famitsu, mayoritas pemain (51,2%) ingin game ini dilanjutkan, sementara 16,2% ingin game berakhir, 14% ingin ada FGO2 dengan protagonis baru, dan sisanya memilih opsi lain atau tidak menjawab.
Hasil polling tersebut menjadi cerminan keinginan komunitas yang kuat untuk melanjutkan game, sehingga tim pengembang memutuskan untuk mempertahankan layanan FGO.