Kinerja Keuangan Swayasa Prakarsa Anjlok Jelang IPO

Share

PT Swayasa Prakarsa Tbk menghadapi penurunan kinerja keuangan signifikan jelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada Minggu, 23 Agustus 2026. Perusahaan riset kesehatan berbasis UGM ini mencatatkan penurunan performa akibat anjloknya penjualan produk utama. Sepanjang 2025, pendapatan usaha perseroan terperosok 30,25 persen menjadi Rp7,12 miliar.

Kondisi tersebut memicu penurunan laba bersih hingga 58,96 persen yang menyisakan angka Rp1,42 miliar akibat tertekannya penjualan Ventilator V-01. Tekanan finansial berlanjut hingga 28 Februari 2026 dengan raihan rugi bersih sebesar Rp570,59 juta. Meski pendapatan sempat naik 28,16 persen menjadi Rp588,87 juta, pembengkakan beban pokok penjualan tetap memicu kerugian operasional.

Melalui aksi korporasi ini, kepemilikan PT Gama Multi Usaha Mandiri terdepresiasi dari 97,16 persen menjadi 67,72 persen. Masyarakat akan memegang 30,30 persen saham, sementara Universitas Gadjah Mada tetap menjadi pemegang saham pengendali.

Dari target dana penawaran, manajemen mengalokasikan Rp15,8 miliar untuk modal kerja operasional. Sisa dana sebesar Rp12,2 miliar dialokasikan bagi pembangunan gedung manajemen serta pengembangan stent jantung dan ventilator neonatal. Pada saat bersamaan, Bitari turut mengajukan IPO di bursa Nasdaq senilai US$ 30 juta. Dana tersebut ditargetkan untuk ekspansi penambangan Bitcoin melalui pembelian mesin baru, biaya energi, dan peningkatan kapasitas hosting.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: IPO saham Swayasa Prakarsa
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author