Kimi Antonelli Menangi GP Belgia Setelah Hamilton dan Russell Tabrakan

Share

Pembalap Kimi Antonelli berhasil memenangi balapan dramatis Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps pada Minggu, 19 Juli 2026, setelah memanfaatkan situasi kekacauan yang menimpa para pesaing utamanya.

Kemenangan Antonelli dipastikan setelah terjadi tabrakan antara duo pembalap Ferrari, Lewis Hamilton dan George Russell, di Tikungan 5 yang langsung mengeliminasi Russell dari balapan tersebut.

Hamilton dijatuhi penalti lima detik akibat insiden itu dan finis di posisi keempat dengan mobil yang mengalami kerusakan downforce yang masif sepanjang sisa perlombaan.

Pembalap asal Inggris tersebut juga menghadapi investigasi lanjutan setelah menabrak seorang mekanik Ferrari saat keluar dari kotak pit stop selama balapan berlangsung.

"We had the pace to win today," kata Lewis Hamilton saat diwawancarai oleh Viaplay.

Hamilton menjelaskan bahwa kendala teknis akibat tabrakan tersebut sangat memengaruhi keseimbangan kendaraannya sehingga menyulitkan dirinya untuk mengejar ketertinggalan dari barisan depan.

"I still had great pace, but I was losing like 50 points [of downforce] or something. So given that, I'll take it." ujar Lewis Hamilton.

Mantan pembalap Mercedes itu juga mengeluhkan masalah understeer yang parah akibat tim tidak sempat menyesuaikan setelan sayap mobil pada pemberhentian pit terakhir.

"The car was a real struggle because of the damage," tutur Lewis Hamilton.

Hamilton menambahkan bahwa rangkaian hasil buruk akhir pekannya di Spa sudah dimulai sejak sesi latihan bebas ketiga ketika mobilnya menabrak pembatas trek.

"So I was definitely struggling, but I gave it everything." ucap Lewis Hamilton.

Kerusakan tersebut membuat Hamilton gagal mengejar kelompok pembalap di posisi podium yang dipimpin oleh Antonelli dan Charles Leclerc.

"I struggled to catch the guys ahead. But without yesterday, it would have been better in qualifying, it would have been a much stronger race." ungkap Lewis Hamilton.

Sementara itu, Max Verstappen berhasil mengamankan start baris depan di posisi kedua bersama Antonelli setelah dibantu taktik slipstream oleh rekan setimnya, Isack Hadjar, saat kualifikasi hari Sabtu.

Hadjar yang harus start dari posisi belakang sengaja dimanfaatkan oleh Red Bull Racing untuk memberikan tarikan angin di sektor terakhir sirkuit.

"What's difficult is to understand what the engine is going to give you because once you stop out of Turn 14 and to deliver the power the engine is a bit confused because you've stopped for no reason and when the software is confused." cetus Isack Hadjar kepada GPblog dan media lain.

Hadjar memaparkan bahwa kebingungan sistem perangkat lunak mesin membuat mobilnya sempat melaju terlalu cepat pada percobaan pertama sebelum akhirnya kekurangan tenaga pada percobaan kedua.

"So on that first attempt in Q3, I had way too much power, so I pulled away from him. And the second attempt, I didn't have enough, so if anything, he was catching me, and I couldn't tow him the whole way. I was very difficult to judge." jelas Isack Hadjar.

Pembalap asal Prancis tersebut kemudian berseloroh sambil tersenyum mengenai imbalan yang ia harapkan dari tim setelah membantu Verstappen di lintasan.

"money." seloroh Isack Hadjar.

Di sisi lain, Verstappen mengakui keunggulan kecepatan Antonelli sepanjang akhir pekan dan bersyukur atas strategi derek angin yang dieksekusi oleh timnya.

"Otherwise I'd have been sixth" tegas Max Verstappen mengenai pentingnya bantuan Hadjar.

Hasil balapan di Spa-Francorchamps ini langsung mengubah peta persaingan poin dalam klasemen sementara kejuaraan dunia Formula 1 musim 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author