Kevin Keegan Ungkap Alasan Tidak Menyukai Sir Alex Ferguson
Legenda sepak bola Inggris, Kevin Keegan, kembali muncul di hadapan publik dengan cara yang mengesankan setelah didiagnosis menderita kanker stadium empat sekitar lima bulan lalu. Mantan pelatih Newcastle United tersebut memberikan pengakuan mengejutkan mengenai ketidaksukaannya terhadap manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson.
Saat tampil di panggung King's Lynn Corn Exchange Theatre, sosok yang pernah membela Liverpool, Hamburg, Newcastle United, hingga Timnas Inggris ini terlihat bugar, tajam, dan penuh energi. Dikutip dari Bola, Keegan bahkan sempat menyinggung kondisi kesehatannya saat ini dengan gaya humor yang khas.
Ia mengenang percakapan dengan dokter yang menanganinya mengenai peluang kesembuhan yang dihadapi.
"Dokter saya mengatakan tingkat keberhasilannya sekitar tiga dari sepuluh," kata Keegan, seperti dikutip dari Give Me Sport, Rabu (3/6/2026).
"Saya bilang kepadanya, kalau dia seorang striker dan hanya mencetak gol tiga kali dari tembakan peluang, saya pasti akan mencoretnya dari tim. Tapi sejauh ini, apa pun yang dia lakukan kepada saya, ternyata berhasil."
Kehadiran Keegan di depan publik tidak lepas dari pembahasan momen paling ikonik dalam karier kepelatihannya. Momen tersebut adalah pidato emosionalnya pada musim 1995/96 saat Newcastle United bersaing sengit berebut gelar Premier League dengan Manchester United.
Ketika seorang penonton menanyakan penyesalan terkait pernyataan terkenal yang ditujukan kepada Sir Alex Ferguson di siaran langsung Sky Sports, Keegan memberikan jawaban jujur. Ia mengaku hampir tidak mengenali dirinya sendiri saat menonton ulang rekaman video tersebut.
"Saya berkata: siapa orang itu?" tutur Keegan.
"Saya benar-benar tidak merasa itu saya. Bahkan suaranya pun tidak terdengar seperti saya," imbuh dia.
Cuplikan video luapan emosi tersebut hingga kini masih dinilai sebagai salah satu momen non-pertandingan paling ikonik dalam sejarah Premier League. Pada saat itu, Newcastle sempat memimpin 12 poin di puncak klasemen sebelum akhirnya dikejar oleh Manchester United.
Ferguson diyakini berhasil memberikan tekanan psikologis kepada Keegan melalui berbagai komentar publik yang menyulut emosi. Ketika Keegan akhirnya meluapkan kemarahan di depan kamera, banyak pihak menganggap momen itu menjadi titik balik kesuksesan Manchester United merebut gelar juara.
Komentar Jujur Soal Rivalitas Masa Lalu
Dalam acara tersebut, Keegan melontarkan pernyataan paling blak-blakan mengenai hubungannya dengan pria asal Skotlandia tersebut.
"Saya tidak menyukai Alex Ferguson. Meski tentu saja saya sangat menghormati semua pencapaiannya sebagai seorang manajer," tutur Keegan.
Persaingan ketat antara kedua pelatih pada pertengahan era 1990-an tampaknya meninggalkan bekas mendalam. Permainan psikologis Ferguson, komentar mengenai klub lain yang dianggap enggan membantu Newcastle, serta tekanan mental yang terus diberikan selama perburuan gelar juara masih membekas hingga kini.
Kini pada usia 75 tahun dan tengah berjuang melawan kanker stadium empat, Keegan memilih untuk tidak menyembunyikan perasaan aslinya. Ia tetap menghormati kesuksesan Ferguson sebagai salah satu manajer terbesar dalam sejarah sepak bola, namun ia menegaskan bahwa menghormati seseorang tidak berarti harus menyukainya.