Legenda Sepak Bola Inggris Kevin Keegan Meninggal Dunia
Mantan kapten dan manajer tim nasional Inggris Kevin Keegan meninggal dunia pada usia 75 tahun pada Senin, 20 Juli 2026, setelah berjuang melawan penyakit kanker stadium empat.
Keluarga mendiang mengonfirmasi bahwa peraih dua penghargaan Ballon d'Or tersebut mengembuskan napas terakhirnya dengan didampingi oleh istri dan anak-anak perempuannya setelah menjalani perawatan intensif sejak awal tahun.
Dilansir dari BBC, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim medis serta meminta ruang privasi dalam menghadapi situasi duka ini.
"It is with immense sadness that we announce that Kevin Keegan has passed away at the age of 75," sebut pernyataan resmi dari pihak keluarga Keegan.
Pihak keluarga sebelumnya mengumumkan kondisi kesehatannya pada Januari setelah pemeriksaan gejala perut di rumah sakit, sebelum akhirnya berkembang menjadi kanker stadium lanjut.
"Kevin, a double Ballon d'Or winner, was a much loved husband, father and grandfather," lanjut pernyataan tersebut.
Tim medis mendapatkan apresiasi besar dari pihak keluarga atas seluruh dukungan kedokteran yang diberikan selama masa-masa sulit sang legenda sepak bola.
"The family would like to thank Kevin's incredible medical team for all their support. This is a hugely difficult time and they are requesting space and privacy." tambah pihak keluarga.
Manajemen Newcastle United menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyebut pria berjuluk Mighty Mouse ini sebagai salah satu sosok paling ikonik dan dicintai dalam sejarah panjang klub.
"Kevin was more than a legendary footballer and manager. He was the beating heart of Newcastle United for generations of supporters." tulis Newcastle United dalam pernyataan resminya.
Klub tersebut juga menegaskan bahwa pengaruh besar mendiang tidak hanya diukur dari statistik pertandingan melainkan warisan inspirasi sepak bola bagi para penggemar sedunia.
"Kevin's impact will not be measured by appearances or results. It will live on in the memories he created with club and country, the dreams he inspired wherever he went, and the generations of supporters around the world who fell in love with football because of him." tambah pihak Newcastle.
Mantan anak asuh mendiang di Newcastle United dan timnas Inggris, Alan Shearer, turut menyampaikan penghormatan terakhir melalui akun media sosial pribadinya.
"My Hero. My manager. My friend. Sleep easy Boss." tulis Alan Shearer.
Semasa hidupnya, legenda yang dibeli Bill Shankly seharga 33 ribu poundsterling ini mengenang filosofi kerja keras yang didapatkan dari sang pelatih legendaris Liverpool tersebut.
"I learned so much from Shanks. He used to say: ‘If I was a road-sweeper, my street would be the cleanest in the borough.’ I took that to heart,’" kata Kevin Keegan semasa hidupnya seperti dikutip dari The Guardian.
Ia juga sempat menegaskan prinsip hidupnya yang sangat membenci ketidakjujuran dari orang-back dalam lingkungan industri sepak bola modern.
"I don’t like people to deceive me and tell me lies," kata Kevin Keegan kepada The Guardian pada 2018.
Keputusannya untuk pensiun pada usia 33 tahun dan pindah ke Spanyol diakui sebagai langkah terbaik agar anak-anaknya tumbuh tanpa beban ketenaran sang ayah.
"It was the best decision I made in my life," tutur Kevin Keegan kepada The Guardian pada 2011.
Ia mengibaratkan popularitas tinggi di dunia sepak bola seperti gunung kaca yang sangat sulit untuk dipertahankan terus-menerus.
"I was at the highest level and the only way was down. I call it the glass mountain – you can’t climb a glass mountain." lanjut Kevin Keegan.
Keegan juga pernah mengagumi bakat luar biasa George Best dan menempatkannya di atas megabintang dunia lain yang pernah ia hadapi di lapangan hijau.
"I wanted so much to have his ability. His skill was unbelievable. I played against Cruyff, Beckenbauer, Maradona. But I still say Besty was the best I played against," ungkap Kevin Keegan kepada Simon Hatterstone.
Namun, ia juga sempat menuai kontroversi pada tahun 2023 terkait pandangannya mengenai kesesuaian mantan pemain wanita menjadi komentator pertandingan timnas pria.
"I don’t like to listen to ladies talking about the England men’t team at the match because I don’t think it’s the same experience. I have a problem with that." ujar Kevin Keegan di Bristol.
Sepanjang kariernya, Keegan sukses mempersembahkan tiga gelar liga, satu Piala Champions, dan dua Piala UEFA bersama Liverpool sebelum melatih Newcastle United, Fulham, Manchester City, serta timnas Inggris.