PT Black Diamond Resources Tbk Alami Kerugian Rp 8,23 Miliar
PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) membukukan kinerja keuangan negatif pada kuartal I-2026 akibat penurunan pendapatan yang signifikan hingga menggerus habis laba bersih perseroan. Laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (3/7/2026) menunjukkan bahwa emiten batu bara ini tidak mencatatkan pendapatan sama sekali sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Ketiadaan pendapatan sebesar Rp 0 tersebut berbanding terbalik dengan pencapaian periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dilansir dari Detik Finance, COAL sebelumnya berhasil mengantongi pendapatan mencapai Rp 126,51 miliar.
Kondisi ini berimbas langsung pada hilangnya laba bruto perseroan yang pada kuartal I tahun lalu masih tercatat sebesar Rp 19,74 miliar. Selain kehilangan sumber pemasukan, perusahaan juga harus menanggung beban umum dan administrasi yang mencapai Rp 4,83 miliar pada kuartal I-2026.
Faktor-faktor tersebut akumulatif menyebabkan munculnya rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,23 miliar. Padahal, emiten berkode saham COAL ini sempat membukukan keuntungan lewat laba bersih Rp 5,35 miliar pada kuartal pertama tahun lalu.
Meskipun mengalami kerugian operasional, total aset perseroan per akhir Maret 2026 justru mengalami kenaikan menjadi Rp 824,79 miliar dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2025 yang bernilai Rp 803,02 milar. Kenaikan aset ini beriringan dengan posisi total liabilitas yang tercatat sebesar Rp 466,93 miliar serta ekuitas sebesar Rp 357,86 miliar pada penutupan kuartal pertama tahun ini.