Kenaikan Harga Avtur Bayangi Kinerja GMF Aero Asia

Share

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mengantisipasi dampak lonjakan harga avtur yang berpotensi memengaruhi kinerja pendapatan perseroan akibat penurunan frekuensi penerbangan maskapai pelanggan.

Layanan perawatan harian atau line maintenance di bandara menjadi sektor yang paling rentan terhadap fluktuasi ini, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (10/6/2026).

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi menjelaskan bahwa strategi efisiensi yang diambil oleh perusahaan penerbangan dalam merespons biaya bahan bakar berimbas langsung pada aktivitas perawatan pesawat.

"Kalau line maintenance, ketika frekuensi penerbangan turun, otomatis memang akan berdampak pada pendapatan. Itu akan berpengaruh langsung," kata Andi dalam Paparan Publik secara daring pada Rabu (10/6/2026).

Penurunan kebutuhan pengerjaan harian ini dinilai tidak akan mengganggu keseluruhan bisnis perseroan karena segmen perawatan berat atau heavy maintenance masih menunjukkan performa stabil.

Sektor pemeliharaan airframe, komponen, dan mesin cenderung lebih aman dari fluktuasi jangka pendek karena kontrak kerjanya telah dipesan oleh pelanggan sejak jauh hari.

"Itu adalah heavy maintenance yang perawatannya sudah berjadwal dan jatuh temponya sudah diperkirakan oleh pelanggan satu atau dua tahun sebelumnya. Sehingga kontrak-kontrak yang kita dapatkan untuk airframe, komponen, dan engine maintenance tetap berjalan," ujar Andi.

Untuk meminimalkan risiko penurunan pendapatan di sektor line maintenance, manajemen GMFI kini memperluas fokus operasional mereka ke segmen lain.

Perusahaan membidik peluang pertumbuhan dari sektor pemerintahan dan pertahanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan kesiapan armada militer di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Kita bisa atasi itu dengan fokus di segmen yang lain seperti base maintenance atau airframe, komponen, engine. Dan juga di segmen government dan defense MRO, karena dengan situasi geopolitik seperti ini, kebutuhan persiapan pesawat-pesawat di industri defense lebih meningkat," imbuh Andi.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, GMFI mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 16,8 persen menjadi US$491,9 juta atau berkisar Rp8,25 triliun.

Laba bersih emiten tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 26,3 persen dari posisi US$26,9 juta pada tahun 2024 menjadi US$3,9 juta atau setara Rp570 miliar pada akhir tahun 2025.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Avtur GMFI Perawatan Pesawat
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author