Kemkomdigi Percepat Pemulihan Telekomunikasi dan Prioritaskan Kedaulatan Digital

Share

Kementerian Komunikasi dan Digital mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi setelah gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, dan mengumumkan tiga agenda strategis kedaulatan digital dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Agenda prioritas ini meliputi pengoperasian Pusat Data Nasional, pemutusan ekosistem perjudian dalam jaringan, dan pelindungan anak di ruang siber melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025.

Pusat Data Nasional dikembangkan untuk mengintegrasikan data lintas lembaga melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah, yang telah mengoptimalkan verifikasi data untuk tiga juta keluarga di 153 kabupaten/kota pada fase uji coba Sistem Perlindungan Sosial Digital, dengan target menjangkau 49 juta keluarga secara nasional.

Pemerintah mencatat pemblokiran 3,7 juta konten perjudian sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, serta pembekuan 32.500 rekening bank yang terkait, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Di bidang pelindungan anak, lebih dari 4,7 juta akun anak telah diblokir hingga Juli 2026, dan 204 platform digital menyerahkan dokumen penilaian mandiri profil risiko kepada pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menegaskan pentingnya penguasaan infrastruktur dan data nasional di momentum kemerdekaan.

"Kedaulatan hari ini ditentukan oleh kemampuan bangsa untuk menguasai infrastrukturnya, melindungi datanya, mengembangkan teknologinya, menjaga ruang informasinya, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat dari proses transformasi digital," ujar Ismail.

Ismail menambahkan bahwa program pemerintah saling terhubung demi perlindungan masyarakat di ruang siber.

"Ketiganya mungkin terlihat sebagai program yang berbeda, tetapi memiliki satu benang merah yang sama, yaitu kedaulatan. Kedaulatan berarti negara tidak membiarkan ruang digitalnya digunakan untuk merusak kehidupan rakyat," katanya.

Dalam tanggung jawab platform siber, Ismail menekankan pentingnya peran pengelola sistem elektronik dalam menjamin keamanan pengguna anak.

"Tujuan kita bukan sekadar menutup akun, melainkan mengubah ekosistem. Kita ingin platform digital ikut bertanggung jawab terhadap ruang yang mereka bangun karena anak-anak Indonesia berhak tumbuh bersama teknologi tanpa kehilangan masa kecil yang aman," tutur Ismail.

Sebelum membacakan amanat upacara di Lapangan Anantakupa, Ismail memimpin penghormatan bagi korban gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT.

"Marilah kita sejenak mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban dan terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur," ujar Ismail.

Pemulihan layanan telekomunikasi terdampak gempa di 11 kabupaten/kota NTT terus dipercepat. Hingga 16 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, 683 dari 794 Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak sudah kembali beroperasi.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan duka cita serta menegaskan komitmen pemulihan jaringan di wilayah bencana.

"Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Layanan telekomunikasi sangat penting untuk informasi, komunikasi keluarga, dan koordinasi penanganan bencana," kata Meutya.

Koordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi terus berjalan untuk menyelesaikan perbaikan 111 BTS yang masih terdampak.

"Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi," ujar Meutya.

Meutya mengajak memanfaatkan teknologi sebagai kekuatan persatuan dan kemajuan bangsa.

"Di era digital, mari jadikan teknologi sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, membuka kesempatan, serta menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Meutya.

Ia juga menyoroti semangat perjuangan dan gotong royong selama 81 tahun Indonesia berdiri yang harus terus dijaga.

"Semangat itu harus terus kita jaga, kita wujudkan Indonesia yang semakin maju, semakin berdaulat, dan juga sejahtera," kata Meutya.

Meutya menambahkan pentingnya kemitraan strategis lintas sektor dalam menghadapi perkembangan teknologi global.

"Kita harus bersatu dan bekerja sama untuk memajukan bangsa ini, terutama dalam bidang komunikasi dan digital," ujar Menkomdigi.

Tiga kabupaten di NTT yaitu Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara telah pulih 100 persen, sementara delapan kabupaten lainnya dalam proses pemulihan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author