Kemkomdigi Dorong Kedaulatan Digital Melalui Tiga Agenda Prioritas
Kementerian Komunikasi dan Digital memperkuat pengawalan kedaulatan digital nasional melalui penanganan tiga agenda prioritas dalam Program Kerja Prioritas Nasional Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah strategis tersebut mencakup pembangunan Pusat Data Nasional, pemutusan ekosistem judi online, serta pelindungan anak di ruang maya melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025.
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menegaskan pentingnya penguasaan infrastruktur dan ruang informasi nasional di tengah pergeseran medan perjuangan bangsa ke ranah digital.
"Kedaulatan hari ini ditentukan oleh kemampuan bangsa untuk menguasai infrastrukturnya, melindungi datanya, mengembangkan teknologinya, menjaga ruang informasinya, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat dari proses transformasi digital," ujar Ismail.
Pemerintah menilai integrasi ketiga agenda utama tersebut menjadi fondasi krusial agar negara dapat melindungi masyarakat dari berbagai potensi kejahatan siber.
"Ketiganya mungkin terlihat sebagai program yang berbeda, tetapi memiliki satu benang merah yang sama, yaitu kedaulatan. Kedaulatan berarti negara tidak membiarkan ruang digitalnya digunakan untuk merusak kehidupan rakyat," tegas Ismail.
Dalam upaya pembersihan ruang digital, Kemkomdigi mencatat penindakan terhadap sekitar 3,7 juta situs dan konten bermuatan perjudian online sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026.
Penanganan tersebut berjalan sejajar dengan pemblokiran sekitar 32.500 rekening bank berkoordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan aparat penegak hukum.
Di sektor pelindungan anak, penonaktifan sekitar 4,7 juta akun anak telah dilakukan oleh platform digital hingga Juli 2026, didampingi penyerahan penilaian mandiri profil risiko dari 204 platform.
"Tujuan kita bukan sekadar menutup akun, melainkan mengubah ekosistem. Kita ingin platform digital ikut bertanggung jawab terhadap ruang yang mereka bangun karena anak-anak Indonesia berhak tumbuh bersama teknologi tanpa kehilangan masa kecil yang aman," tambah Ismail.
Pada pilar Pusat Data Nasional, penguatan integrasi data lintas lembaga terus direalisasikan melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah, salah satunya terintegrasi pada Portal Perlindungan Sosial Digital.
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus memperkuat sinergi dan kolaborasi di seluruh unit kerja kementerian.
"Atas nama Kementerian Komunikasi dan Digital, saya Meutya Hafid mengucapkan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. 81 tahun Indonesia berdiri dengan semangat perjuangan, persatuan, dan juga gotong-royong," ujar Meutya.
Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh pilar transformasi digital dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat luas.
"Dirgahayu Republik Indonesia! Mari terus melangkah bersama, memperkuat persatuan, dan menghadirkan semangat kemerdekaan melalui transformasi digital yang inklusif, aman, berdaulat, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia," ungkap Meutya.
Pemanfaatan teknologi diarahkan sebagai instrumen perekat persatuan bangsa dalam merespons disrupsi teknologi global.
"Semangat itu harus terus kita jaga, kita wujudkan Indonesia yang semakin maju, semakin berdaulat, dan juga sejahtera," tegas Meutya.
Sektor komunikasi dan digital memegang peran strategis untuk memastikan teknologi bekerja sebagai solusi bagi tantangan nasional.
"Di era digital, mari jadikan teknologi sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, membuka kesempatan, serta menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Meutya.
Empat pilar utama meliputi inklusivitas, keamanan, kedaulatan, dan kebermanfaatan menjadi acuan pelaksanaan program kerja Kemkomdigi.
"Kementerian Komunikasi dan Digital terus berkomitmen mengawal transformasi digital untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju, berdaya saing, dan berdaulat di era digital," lanjut Meutya.
Inovasi serta kolaborasi antarelemen masyarakat diharapkan menjadi fondasi utama dalam mencapai sasaran pembangunan nasional.
"Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat. Merdeka!" pungkas Meutya.
Sebelumnya, rangkaian peringatan diawali melalui pembukaan Komdigi Karnaval 2026 di Lapangan Anantakupa, Jakarta Pusat, pada Kamis (6/8/2026) untuk membangun kebersamaan pegawai.
"Kemerdekaan lahir dari persatuan. Target utama seluruh rangkaian kegiatan ini adalah membangun rasa kebersamaan. Kita tidak boleh lagi bekerja dalam sekat-sekat. Tanpa persatuan, Indonesia tidak akan pernah merdeka," ujar Meutya.
Seluruh jajaran pimpinan diimbau memberikan teladan dalam menghapus ego sektoral antarunit kerja.
"Setelah bersatu, kita harus bekerja sama. Kemerdekaan dibangun dan dijaga melalui kerja sama. Ini menjadi tanggung jawab seluruh pimpinan untuk memberi contoh kepada timnya," katanya.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh staf yang terus mengawal pelayanan publik di bidang komunikasi dan digital.
"Kerja keras tanpa pamrih akan selalu memiliki arti. Jangan khawatir, kerja keras Bapak dan Ibu akan tercatat dengan baik dan menjadi perhatian pimpinan," ujarnya.
Ajang kompetisi internal dirancang guna memacu inovasi tanpa mengorbankan iklim kerja sama yang kondusif.
"Kompetisi itu baik. Namun kompetisi harus berujung pada persatuan, bukan saling menjatuhkan. Siapa pun yang menang adalah kemenangan Komdigi," tegas Meutya.
Rangkaian kegiatan Komdigi Karnaval 2026 diisi dengan pelbagai lomba seni dan olahraga yang melibatkan seluruh keluarga besar Kemkomdigi.
"Mari bekerja dengan gembira. Semoga semangat kebersamaan yang kita bangun hari ini menjadi bekal untuk menghasilkan karya, inovasi, dan pelayanan publik yang semakin baik," tuturnya.