Kementerian Komdigi Panggil YouTube Terkait Promosi Vape Anak
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid merencanakan pemanggilan terhadap platform digital YouTube akibat temuan konten kreator Bigmo yang mempromosikan rokok elektronik atau vape kepada anak-anak saat siaran langsung, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Pemerintah memberikan batas waktu kepada pihak YouTube untuk memberikan penjelasan resmi sebelum agenda pertemuan tatap muka digelar dalam beberapa hari mendatang. "Jadi kita akan lihat dalam tiga hari.
Esok atau lusa akan dipanggil. Kita juga sudah mengeluarkan surat pemanggilan untuk mendengar jawaban dari platform YouTube," ungkap Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital.
Meutya menegaskan bahwa kasus promosi vape kepada anak-anak ini menjadi bukti bahwa platform digital skala global masih belum konsisten dalam menegakkan aturan pengawasan isi konten mereka.
"Ini hanya satu contoh di mana kita melihat para big tech, tidak hanya YouTube, tidak konsisten dan tidak tertib dalam melakukan penyisiran terhadap konten-konten negatif yang ada di dunia maya, khususnya di ranah mereka sendiri," kata Menkomdigi. Ia menilai pembiaran dan kelalaian pengawasan konten digital tersebut berpotensi membawa dampak buruk yang luas bagi masyarakat, terutama anak-anak yang tergolong sebagai kelompok rentan pengguna internet.
Oleh karena itu, Kementerian Komdigi menuntut YouTube memaparkan langkah konkret yang sudah dan akan dijalankan agar konten serupa tidak kembali tayang. "Ini membahayakan tidak hanya anak-anak, tetapi juga banyak pihak di masyarakat Indonesia yang dirugikan apabila mereka terus dibiarkan melakukan hal-hal seperti ini tanpa pengawasan yang tertib," tegas Meutya.