Kementan Tetapkan Harga Acuan Pembelian Ayam Ras dan Telur

Share

Kementerian Pertanian menetapkan harga acuan pembelian ayam ras hidup minimal sebesar Rp 19.500 per kilogram di tingkat peternak dan harga telur sebesar Rp 24.000 per kilogram, dilansir dari Detik Finance pada Senin (6/7/2026).

Kebijakan baru yang mulai berlaku pada 15 Juli mendatang ini diambil setelah pemerintah melakukan serangkaian diskusi bersama para pemangku kepentingan. Dialog tersebut melibatkan peternak ayam broiler, peternak ayam daging, peternak ayam pedaging, hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Langkah penentuan harga acuan ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem peternakan yang lebih sehat sekaligus menekan celah bagi oknum yang mencari keuntungan sepihak dengan menjatuhkan harga di tingkat peternak.

"Salah satu hasil keputusannya adalah mulai tanggal 15 Juli ini nanti harga live bird, harga ayam pedaging di semua peternak, kemudian dengan size apapun itu kita akan putuskan di harga Rp 19.500 per kilogram, minimal dan juga Rp 24.000 per kilogram untuk telur," ujar Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian.

Pemerintah juga memastikan tetap memperhatikan Harga Eceran Tertinggi di tingkat konsumen agar sektor peternakan dapat berjalan lebih efisien.

"Efisien dari produksinya, efisien dari distribusinya, sehingga gap antara HPP dan HET-nya itu jangan terlalu besar," tambah Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian.

Sebelum adanya kebijakan ini, harga ayam di kandang sempat anjlok hingga menyentuh angka Rp 13.000 per kilogram. Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia mengungkapkan penurunan harga tersebut sudah berlangsung sejak April 2026 dari yang sebelumnya berada di angka Rp 18.000 per kilogram, padahal harga pokok produksi melonjak naik menjadi Rp 22.000 hingga Rp 23.000 per kilogram akibat kenaikan bahan pokok produksi.

"Ini sudah jadi musibah bagi peternak Rp 15.000/kg. Di Jabar (Jawa Barat) sudah Rp 13.000-14.000/kg. Terburuk ini," kata Asep Saepudin, Peternak dari Permindo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author