Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang

Share

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Padang, Sumatera Barat, melalui Gudang Regional Barat yang berlokasi di Palembang.

Total bantuan senilai Rp 1.467.115.420 disalurkan berupa makanan, peralatan evakuasi, sandang, dan perlengkapan keluarga selama masa tanggap darurat.

Bencana ini terjadi pada Senin (3/8) setelah hujan deras mengguyur Padang sejak pukul 08.00 WIB, memicu banjir dan tanah longsor di wilayah Gunung Sarik dan Nanggalo. Ketinggian air mencapai 2,5 meter sehingga evakuasi warga dilakukan oleh tim gabungan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, "Tim Kementerian Sosial di lapangan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak."

Berdasarkan data, sekitar 700 unit rumah dan 1.488 kepala keluarga terdampak bencana. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun luka, namun pendataan pengungsi dan dampak masih terus dilakukan.

Kemensos menyalurkan bantuan makanan berupa lauk pauk dan makanan siap saji, peralatan evakuasi seperti kasur dan tenda, serta sandang meliputi selimut, perlengkapan ibadah, pakaian anak dan dewasa. Bantuan keluarga juga terdiri dari family kit, kids ware, dan perlengkapan dapur.

Saifullah Yusuf menambahkan, "Selain penyaluran bantuan, Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk melakukan asesmen dan pendataan cepat kebutuhan mendesak, serta memastikan bantuan tersalurkan kepada warga yang membutuhkan."

Penanganan bencana melibatkan Dinsos, BPBD, BASARNAS, TNI, Polri, Tagana, dan relawan. Evakuasi difokuskan pada kelompok rentan, dengan peringatan dini agar masyarakat menjauhi tepian sungai dan tidak menyeberangi arus deras.

"Hujan telah mulai reda dan genangan air berangsur surut, namun banjir masih menggenangi beberapa kawasan terdampak parah, terutama Kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Proses pembersihan material lumpur, kayu, dan bebatuan masih berlangsung," tutupnya.

Informasi ini dilansir dari Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author