Kemenperin Bantah Isu Dua Pabrik Komponen Otomotif Jatim Pindah ke Vietnam

Share

Kementerian Perindustrian membantah kabar mengenai rencana relokasi dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur ke Vietnam. Berdasarkan penelusuran instansi tersebut, kedua fasilitas produksi ini dipastikan masih beroperasi secara normal. Isu kepindahan ini pertama kali mencuat dari pernyataan Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal.

Ia menyebut dua perusahaan bermodal Jepang dengan inisial PT J dan PT S di Mojokerto serta Pasuruan akan hengkang. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita langsung merespons informasi tersebut. Ia menginstruksikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika untuk memverifikasi kebenaran rumor relokasi dan kabar pemutusan hubungan kerja.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni, menjelaskan bahwa perusahaan yang dimaksud teridentifikasi sebagai PT JAI di Kabupaten Pasuruan dan PT SAI di Kabupaten Mojokerto. Pihak manajemen kedua perusahaan telah memberikan konfirmasi resmi mengenai status operasional mereka.

Dikutip dari Detik Oto, pihak korporasi menegaskan aktivitas produksi berjalan seperti biasa. Manajemen juga menyatakan tidak memiliki agenda pemindahan fasilitas ke Vietnam ataupun pengurangan jumlah tenaga kerja dalam waktu dekat. "Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia ke Vietnam. Dan kedua, tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut," kata Febri dikutip dari keterangan tertulisnya.

Penyebaran rumor ini sayangnya sempat memicu dampak negatif bagi operasional internal perusahaan. Para mitra dagang dan pemasok sempat terkejut serta mempertanyakan kepastian kelanjutan kontrak kerja sama mereka. "Pemberitaan masif terhadap relokasi dan PHK pada dua industri di Jatim ini telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia terutama pada dua perusahaan industri komponen otomotif ini," tutur Jubir Kemenperin itu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author