Kemenlu Pastikan WNI di Iran Aman Setelah Serangan Militer AS
Kementerian Luar Negeri memastikan kondisi warga negara Indonesia di Iran saat ini dalam keadaan aman setelah pecahnya kembali konflik bersenjata antara militer Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (15/7/2026), dilansir dari Detikcom. Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan bahwa perwakilan diplomatik Indonesia terus melakukan pemantauan dan koordinasi ketat setiap hari untuk memantau situasi di wilayah tersebut. "Ya intinya terus setiap hari masih seluruh perwakilan kita yang ada di kawasan berkoordinasi dan terus melaporkan perkembangannya, perkembangan situasi, baik situasi WNI dan perkembangan dan kejadian-kejadian yang terjadi di kotanya masing-masing," kata Arrmanatha Nasir, Wakil Menteri Luar Negeri di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Laporan berkala mengenai situasi terkini di Iran juga terus dikirimkan secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Sugiono melalui grup komunikasi instan khusus.
"Dan ini laporan langsung diberikan kepada Bapak Menteri Luar Negeri, ada grup yang setiap saat itu meng-update," imbuh Arrmanatha Nasir, Wakil Menteri Luar Negeri. Arrmanatha menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban langsung dari eskalasi militer yang meningkat selama dua pekan terakhir.
"Jadi sampai saat ini sejak beberapa waktu terakhir 2 minggu terakhir, walaupun sudah mulai kembali lagi serangan dari dua belah pihak, namun alhamdulillah sampai saat ini belum adanya gangguan kepada atau belum ada impact kepada WNI, dalam arti yang cedera maupun yang mengalami luka-luka," ujar Arrmanatha Nasir, Wakil Menteri Luar Negeri. Eskalasi konflik ini meningkat setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) meluncurkan serangan udara selama 90 menit yang menargetkan sistem pertahanan pantai serta fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah Iran di Pulau Greater Tunb.
"CENTCOM meluncurkan amunisi presisi terhadap sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama gelombang serangan 90 menit tersebut. Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," kata Komando Pusat AS dilansir CNN. Di sisi lain, otoritas kesehatan Iran melaporkan adanya ratusan korban luka akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pihak militer Amerika Serikat tersebut. "Sejauh ini, 222 dari korban luka telah dirawat dan dipulangkan," tambah Hossein Kermanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan Iran.