Keluarga Srivaddhanaprabha Jual Leicester City Rp 5,3 Triliun

Share

Pemilik Leicester City, keluarga Srivaddhanaprabha melalui King Power International, resmi menawarkan seluruh portofolio klub sepak bola tersebut kepada investor dengan nilai pasar mencapai 222 juta poundsterling atau sekitar Rp 5,3 triliun. Proses penjualan klub berjuluk The Foxes ini ditangani oleh bank investasi global Citigroup melalui dokumen penawaran bertajuk "Project Lineup" yang mulai didistribusikan kepada para calon investor potensial. Paket penjualan mencakup tim utama, tim putri, akademi kategori satu, fasilitas latihan Seagrave dan Belvoir Drive, King Power Stadium, serta klub saudara asal Belgia, OH Leuven.

Meskipun dipasarkan seharga 222 juta poundsterling, nilai transaksi akhir diproyeksikan berpotensi turun hingga kisaran 148 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,55 triliun akibat performa olahraga yang merosot.

Penurunan nilai jual terjadi setelah Leicester City terdegradasi ke League One, kasta ketiga kompetisi sepak bola Inggris, akibat sanksi pengurangan poin karena pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR). Secara finansial, klub mencatatkan pembengkakan akumulasi kerugian sejak 2021 yang terdiri dari 92,5 juta poundsterling, 89,7 juta poundsterling, 19,4 juta poundsterling, dan 71,1 juta poundsterling, akibat beban gaji pemain serta penurunan pendapatan pascadegradasi.

Langkah penjualan ini menandai perubahan sikap manajemen klub, setelah sebelumnya Aiyawatt Srivaddhanaprabha menegaskan komitmen untuk mempertahankan warisan mendiang ayahnya, Vichai Srivaddhanaprabha, yang membeli Leicester City pada 2010. Gelombang protes dan ketegangan dengan kelompok pendukung semakin meningkat seiring dengan kemerosotan prestasi klub secara beruntun di dalam maupun luar lapangan.

"Lima tahun lalu, klub kami adalah tim Premier League mapan dengan skuad, akademi, reputasi, dan fasilitas yang kuat—belum lagi keberhasilan meraih trofi baru-baru ini," tulis organisasi kelompok suporter Leicester City, Foxes Trust. Krisis manajemen yang berlanjut membuat organisasi pendukung menilai kondisi klub saat ini telah melenceng jauh dari masa kejayaan saat menjuarai Liga Inggris dan FA Cup. "Sejak saat itu, kemerosotan klub kami yang mengkhawatirkan, baik di dalam maupun di luar lapangan, telah menjadi sebuah bencana," tulis organisasi kelompok suporter Leicester City, Foxes Trust.

Aset properti fisik klub tetap ditawarkan sebagai daya tarik utama, mencakup King Power Stadium senilai 74 juta poundsterling, pusat latihan Seagrave senilai 121 juta poundsterling, serta Belvoir Drive senilai 9 juta poundsterling.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author