Kekeringan Parah Lumpuhkan Pelayaran dan Wisata Sungai Danube Eropa

Share

Sebuah kapal pesiar Viking Ullur yang membawa ratusan wisatawan kandas akibat penurunan drastis permukaan air Sungai Danube dekat Kota Vidin, Bulgaria, Selasa lalu. Kejadian ini memaksa kepolisian setempat mengevakuasi seluruh penumpang di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah Eropa.

Sebanyak 186 wisatawan berhasil dievakuasi oleh polisi Bulgaria setelah kapal terdampar di perairan dangkal, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Kapal pesiar tersebut awalnya dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Vidin untuk mengisi perbekalan, namun insiden ini menyebabkan persediaan makanan serta air bersih habis sebelum sampai di tujuan.

Proses penanganan masih berlanjut bagi puluhan kru yang bertahan di lokasi pelayaran. Sebanyak 52 awak kapal tetap berada di atas kapal untuk menunggu proses evakuasi lanjutan atau upaya mengapungkan kembali armada tersebut.

Sungai Danube merupakan jalur perairan terbesar kedua di Eropa yang melintasi 10 negara dari Jerman hingga Laut Hitam. Namun, gelombang panas berkepanjangan membuat debit airnya menyusut ke level terendah, hingga memperlihatkan dasar sungai berupa bebatuan, gosong pasir, dan bangkai kapal lama.

Di Budapest, Hungaria, otoritas sumber daya air mencatat tinggi muka air Sungai Danube menyusut hingga tersisa 23 sentimeter pada Rabu. Angka tersebut resmi memecahkan rekor terendah sebelumnya sebesar 33 sentimeter yang dicatat pada tahun 2018.

Dampak surutnya air sungai ini melumpuhkan sektor pariwisata dan logistik di kawasan tersebut. Kapal pesiar yang biasanya menurunkan wisatawan di pusat Kota Budapest kini terpaksa bersandar jauh di bagian hulu, sementara mayoritas kapal kargo menghentikan operasi demi keselamatan.

Kondisi serupa dialami wilayah Serbia, di mana ratusan perahu kecil dan puluhan kapal barang terdampar di tepian Sungai Danube dekat Kota Novi Sad. Pemilik rumah kapal yang mengoperasikan wisata susur sungai di daerah tersebut, Radovan Segrt, menyampaikan bahwa garis air kini telah mundur sangat jauh dari batas normalnya.

"Air Sungai Danube telah surut sekitar 15 hingga 20 meter dari garis pantainya," ujar Radovan Segrt, pemilik rumah kapal wisata.

Segrt menjelaskan bahwa penurunan debit air ini berdampak langsung pada penghentian total seluruh kegiatan operasional pariwisata di area perairan tersebut.

"Musim liburan musim panas praktis sudah berakhir untuk kegiatan wisata naik perahu," kata Radovan Segrt.

Prakiraan cuaca menunjukkan minimnya potensi hujan dalam beberapa hari mendatang, sementara suhu udara di Eropa Tengah berpotensi menembus di atas 38 derajat Celsius. Layanan Meteorologi Hungaria turut mencatat defisit curah hujan selama 90 hari terakhir yang mencapai 80 hingga 130 milimeter di bawah rata-rata.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author