Kekayaan Bersih Lionel Messi Tembus Satu Miliar Dolar AS
Pesepak bola asal Argentina Lionel Messi resmi bergabung dalam jajaran miliarder dunia setelah total kekayaan bersihnya terungkap telah melampaui angka 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 17,7 triliun berdasarkan analisis Bloomberg pada Minggu (24/5/2026).
Pencapaian finansial tersebut didorong oleh akumulasi gaji dan bonus sejak tahun 2007 yang mencapai lebih dari 700 juta dolar AS, ditambah performa investasi, kemitraan komersial, serta aset bisnis properti.
Statistik dari Forbes menunjukkan pendapatan tahunan Messi pada tahun 2026 menyentuh angka 140 juta dolar AS, dengan rincian 70 juta dolar AS dari gaji dan bonus di lapangan serta 70 juta dolar AS dari aktivitas komersial.
Asosiasi Pemain MLS merilis data awal tahun 2026 yang menyebutkan Messi menerima gaji pokok sebesar 25 juta dolar AS per tahun di Inter Miami, yang melonjak menjadi lebih dari 28 juta dolar AS jika menyertakan kompensasi terjamin.
Nilai total kompensasi individu sang megabintang tersebut bahkan dilaporkan berhasil melampaui total beban gaji gabungan dari 28 tim lain yang berkompetisi di dalam liga Major League Soccer (MLS).
| Nama Pemain | Klub | Total Kompensasi (USD) |
|---|---|---|
| Lionel Messi | Inter Miami | 28.000.000+ |
| Son Heung-min | LAFC | 11.200.000 |
| Miguel Almiron | Newcastle/MLS | 7.900.000 |
| Thomas Muller | Vancouver Whitecaps | 5.150.000 |
Pertumbuhan kekayaan Messi dipengaruhi oleh keputusan besarnya untuk menolak tawaran fantastis dari Liga Arab Saudi senilai 400 juta dolar AS per tahun setelah berhasil membawa tim nasional Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.
"Messi, 38 tahun, telah menghasilkan lebih dari 700 juta dolar AS dalam bentuk gaji dan bonus sejak tahun 2007. Setelah disesuaikan dengan pajak, kinerja pasar, dan pendapatan dari investasi dan sponsor, kekayaan bersih Messi kini telah melampaui 1 bialar dolar AS," demikian diumumkan Bloomberg pada 22 Mei.
Laporan dari The Athletic mengonfirmasi adanya struktur rekayasa keuangan unik di Amerika Serikat yang melibatkan kesepakatan pembagian keuntungan hak siar dari pelanggan baru paket streaming MLS Season Pass di layanan Apple TV+.
"Kepindahan Messi ke AS juga membuka cara-cara baru lainnya untuk membayarnya. Dalam negosiasi kontrak awal, Major League Soccer (MLS) dan Apple membahas perjanjian bagi hasil di mana Messi akan menerima sebagian dari pendapatan dari langganan baru paket streaming MLS Season Pass Apple TV+," menurut The Athletic.
Pihak Bloomberg turut menilai bahwa keputusan strategis perpindahan karier ke Amerika Serikat tersebut pada akhirnya sukses membantu memicu lonjakan valuasi pasar Inter Miami hingga menyentuh angka 1,45 miliar dolar AS.
"Messi sebenarnya bisa segera bergabung dengan 'klub miliarder' dan menjadi yang pertama mencapai tonggak sejarah ini, menerima gaji tahunan hingga 400 juta dolar AS, jika, setelah memenangkan Piala Dunia 2022 bersama tim nasional Argentina, ia setuju untuk bergabung dengan Liga Pro Arab Saudi."
Pernyataan resmi mengenai motivasi finansial tersebut juga sempat dilontarkan langsung oleh sang pemain dalam sesi wawancara eksklusif bersama media olahraga Spanyol mengenai prioritas masa depan karier profesionalnya.
"Uang tidak pernah menjadi masalah atau hambatan bagi saya," kata Messi kepada Mundo Deportivo dalam sebuah wawancara sebelumnya.
Penegasan tersebut diulangi kembali oleh kapten tim nasional Argentina itu untuk memperjelas spekulasi mengenai penolakan kontrak bernilai selangit yang sempat disodorkan oleh delegasi tim dari Timur Tengah.
"Jika ini soal uang, saya pasti sudah pergi ke Arab Saudi atau tempat lain," tegas Messi.
Di sisi lain, portofolio bisnis Messi di bawah arahan sang ayah Jorge Messi bersama bankir Alfonso Nebot Armisen kini mencakup kepemilikan real estate investment trust (REIT) bernama Edificio Rostower Socimi senilai 232 juta dolar AS.
Sektor investasi olahraga juga mulai dirambah lewat akuisisi klub divisi lima Spanyol Cornella, kepemilikan saham di klub Uruguay Deportivo LSM bersama Luis Suarez, serta pengelolaan klub Los Leones di kota Rosario.
"Sepak bola memiliki masa berakhir. Bisnis adalah sesuatu yang saya suka, dan saya masih terus belajar," kata Messi.
"Sepak bola memiliki masa kadaluwarsa. Bisnis adalah sesuatu yang saya sukai, dan saya sedang mempelajarinya."
Kondisi keuangan Inter Miami saat ini tercatat mengalami pertumbuhan pengeluaran operasional terbesar di liga domestik demi memagari kontrak jangka panjang sang pemain yang direncanakan akan terus berjalan hingga musim kompetisi 2028.