Kecerdasan Buatan Mulai Ambil Alih Pekerjaan Penagihan Utang di AS
Kecerdasan buatan (AI) kini mulai mengambil alih salah satu pekerjaan yang selama ini paling dihindari, yaitu penagihan utang. Langkah otomatisasi ini mulai diterapkan oleh sejumlah perusahaan teknologi dan agen penagihan di Amerika Serikat.
Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Senin (1/6/2026), perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan agen AI untuk melakukan panggilan telepon, mengirim pesan teks, hingga mengirim email kepada nasabah yang menunggak pembayaran.
Adopsi teknologi ini dilakukan karena AI diklaim mampu bekerja tanpa henti, menangani ribuan percakapan secara bersamaan, serta menekan biaya operasional. Salah satu contoh teknologi yang digunakan adalah bot bernama Eve yang mampu menghubungi debitur layaknya petugas penagihan manusia.
Dalam sebuah kasus, seorang warga Portland yang menggunakan nama samaran Ben menerima telepon dari Eve terkait utang sebesar US$266 kepada mantan pemilik rumah kontrakannya. Padahal, kewajiban tersebut sebenarnya telah diselesaikan beberapa bulan sebelumnya, hingga akhirnya kasus ini diklarifikasi oleh petugas manusia.
Laporan dari WIRED menyebutkan bahwa perusahaan seperti Domu, Altur, Moveo, hingga Floatbot kini menawarkan layanan agen AI untuk menangani proses penagihan otomatis. Domu bahkan mengklaim sistem miliknya mampu menangani sekitar 70 juta panggilan yang tersambung setiap bulan.
Teknologi AI yang dikembangkan ini mampu menyesuaikan gaya bicara berdasarkan profil penerima telepon. Beberapa sistem bahkan dapat mengubah aksen bahasa, menganalisis riwayat percakapan, serta mendeteksi kondisi tertentu seperti kehilangan pekerjaan atau masalah kesehatan untuk menentukan respons terbaik.
Para pendukung teknologi berpendapat bahwa interaksi dengan AI bisa membuat proses penagihan terasa lebih nyaman bagi debitur dibandingkan berhadapan langsung dengan manusia. Selain itu, tingkat kepuasan kerja yang sangat rendah di bidang penagihan utang membuat otomatisasi dianggap sebagai solusi logis.
Kekhawatiran Terkait Tekanan Psikologis
Di sisi lain, penggunaan AI dalam sektor ini memicu kekhawatiran baru dari kelompok advokasi konsumen. Mereka memperingatkan bahwa AI memungkinkan perusahaan melakukan penagihan dalam skala yang jauh lebih besar dan masif dibandingkan dengan tenaga manusia.
Jika sebelumnya seorang petugas hanya mampu melakukan sejumlah panggilan dalam satu hari kerja, satu agen AI dapat menjalankan ribuan panggilan secara simultan. Direktur Hukum organisasi New Economy Project, Susan Shin, menilai teknologi tersebut berpotensi memperbesar tekanan psikologis terhadap masyarakat yang memiliki utang.
Menurut Susan Shin, kemudahan skala yang ditawarkan AI bisa membuat praktik penagihan menjadi semakin agresif apabila tidak diatur dengan ketat.
Sejumlah penelitian akademik terbaru menunjukkan bahwa interaksi dengan AI dalam proses penagihan memang dinilai lebih efisien dan dapat mengurangi rasa malu yang sering dirasakan debitur. Namun, konsumen tetap menganggap interaksi dengan manusia jauh lebih adil dan mampu membangun empati dalam situasi keuangan yang sensitif.