Kebocoran Informasi MVP NBA 2026 Tuai Kritik Tajam Draymond Green

Share

Bintang Golden State Warriors Draymond Green melayangkan kritik keras terhadap kebocoran informasi pemenang penghargaan Most Valuable Player atau MVP NBA 2026 yang tersebar ke publik mendahului jadwal siaran resmi pada Minggu, 17 Mei 2026.

Pengumuman resmi MVP NBA musim ini dijadwalkan tayang melalui siaran Amazon Prime Video pada Minggu malam pukul 19.30 EDT, namun jurnalis ESPN Shams Charania telah menyebarkan berita kemenangan Shai Gilgeous-Alexander hampir 12 jam lebih awal.

Pebasket asal Kanada tersebut berhasil mempertahankan gelar MVP untuk musim kedua beruntun setelah bersaing dengan dua finalis lain, yaitu pusat San Antonio Spurs Victor Wembanyama dan pusat Denver Nuggets Nikola Jokic.

Kondisi mendahului rilis resmi ini memicu respons negatif dari kalangan internal liga, termasuk dari Draymond Green yang menilai insiden tersebut merusak keteraturan organisasi kompetisi.

"I think the NBA has to do something about that," kata Draymond Green dalam episode terbaru "The Draymond Green Show".

Green menegaskan bahwa pihak liga memegang kendali penuh atas media, terlebih pihak yang menyebarkan informasi merupakan reporter dari mitra resmi NBA.

"Like, ultimately, you’re the NBA. You control the media. Shams is an NBA reporter with ESPN, who is a partner of the NBA. To tweet at six o’clock in the morning who the NBA MVP is, it’s actually embarrassing." tambah Draymond Green.

Pemain veteran itu memandang ketidakmampuan menjaga kerahasiaan hasil penghargaan individu paling bergengsi ini sebagai hal yang mengecewakan bagi reputasi kompetisi.

"I thought that was pretty pathetic, if I’m being honest," kata Draymond Green.

Kritik dari pemain Warriors tersebut mengarah pada perlunya tindakan tegas dari pimpinan liga agar hak siar eksklusif pemegang lisensi tetap dihormati.

"It makes our league look like we have no organization," kata Draymond Green.

Green berargumen bahwa ketidakmampuan menahan hasil pemenang hingga waktu pengumuman resmi merugikan mitra penyiaran seperti Amazon Prime Video.

"… Like we can’t hold the winner of the most prestigious individual award in the NBA, we can’t hold those results until it’s actually time to be announced. That was a little disappointing." tambah Draymond Green.

Ia juga meminta Komisaris NBA Adam Silver untuk turun tangan menyelesaikan persoalan kebocoran data ini agar tidak terulang kembali.

"There’s no way that can happen. If there’s supposed to be an announcement on Amazon Prime, the announcement has to happen on Amazon Prime. This is something Commissioner [Adam] Silver has to do something about. This this can’t happen." kata Draymond Green.

Di sisi lain, Shams Charania memberikan pembelaan terkait langkahnya menyiarkan informasi tersebut lebih awal saat menghadiri acara "The Pat McAfee Show".

"This is a massive story," kata Shams Charania.

Charania menyatakan bahwa fokus utamanya sebagai jurnalis adalah melakukan verifikasi dan melaporkan berita besar segera setelah data tersebut diperoleh.

"And when I get it, I vet it. And then my job is to report the news. And so that’s all I focus on. That’s what I wake up thinking about. That’s what I go to sleep thinking about." tambah Shams Charania.

Kemenangan Gilgeous-Alexander ini menandai musim kedelapan secara berturut-turut penghargaan MVP NBA jatuh ke tangan pemain kelahiran luar Amerika Serikat sejak tahun 2019.

Sebelumnya, rentetan MVP internasional diraih Giannis Antetokounmpo pada 2019 dan 2020, Nikola Jokic pada 2021, 2022, dan 2024, serta Joel Embiid pada 2023.

Gelar ini menjadi penghargaan individu kedua bagi Gilgeous-Alexander musim ini setelah sebelumnya dinobatkan sebagai Clutch Player of the Year, sementara pengumuman untuk Coach of the Year serta tim All-NBA masih tertunda.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Basket MVP NBA NBA
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author