Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Dua Helikopter Lakukan Water Bombing
Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo terus meluas hingga Sabtu malam, 8 Agustus 2026, dengan luas area terdampak sekitar 135 hektare. Dua helikopter milik BNPB dan TNI AL dikerahkan untuk melakukan water bombing guna mempercepat pemadaman api di titik Pusung Ledok Bedor.
Dua helikopter itu melakukan total penyiraman 4.800 liter air di lokasi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Pusung Jantur. Cuaca di wilayah Bromo saat itu cerah dengan angin berkecepatan sedang, tetapi kebakaran diprediksi masih akan meluas akibat hembusan angin kencang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyatakan, "Titik hotspot Sabtu sore tadi masih berasap di area Pusung Ledok Bedor, sementara cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang."
"Total sekitar 135 hektare, wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas ke arah bukit B29, tepatnya Pusung Ledok Bedor berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari Pusung Jantur," tambah Sadono.
Menanggapi situasi kebakaran, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengumumkan penutupan sementara akses wisata di Gunung Bromo. Penutupan itu berlaku sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB, hingga waktu yang belum ditentukan.
Rudijanta menjelaskan, "Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan wisata Bromo dari semua pintu masuk yaitu pintu masuk Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula, Kabupaten Malang, serta Senduro, Kabupaten Lumajang, ditutup untuk kunjungan wisata."
Penutupan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan memudahkan proses pemadaman karena api yang membara terlihat jelas dari kawasan Lautan Pasir dan jalur masuk tersebut.
Wisatawan yang sudah memesan tiket diberikan opsi pengembalian dana atau penjadwalan ulang kunjungan melalui formulir yang disediakan petugas dari aplikasi reservasi tiket TNBTS.
"Pengunjung akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian uang (refund), dengan melengkapi formulir yang kami sampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS," kata Rudijanta.