Polisi Tokyo Tangkap Pengisi Suara Kazuki Atsumi atas Kasus Pelecehan
Kepolisian Metropolitan Tokyo menangkap seorang pengisi suara asal Jepang bernama Kazuki Atsumi atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Prefektur Ikebukuro.
Pemutusan hubungan kerja langsung dilakukan oleh agensi bakat Mausu Promotion yang menaungi pria berusia 31 tahun tersebut setelah pengumuman penangkapan keluar.
Kasus pidana ini terungkap setelah dokumen kepolisian menunjukkan bahwa Atsumi pertama kali bertemu korban dua tahun lalu saat ia bekerja sebagai staf fasilitator di sebuah panti asuhan tempat korban tinggal.
Berdasarkan laporan pihak kepolisian setempat, pelaku telah mengakui seluruh perbuatannya dan diketahui melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan berusia 15 tahun tersebut hingga puluhan kali.
Informasi penangkapan seiyu baru yang sempat terlibat dalam serial anime My Dress-Up Darling pada 2022 dan Tojima Wants to be a Kamen Rider pada 2025 ini dilansir dari Detikcom melalui laporan media lokal ABEMA TIMES dan Anime News Network pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Skandal serupa di industri pengisi suara Jepang sebelumnya juga melibatkan seiyu legendaris Toru Furuya pada 2024 yang mengakui perselingkuhan disertai kekerasan fisik dan pemaksaan aborsi kepada penggemarnya.
Mantan pengisi suara karakter Sabo di One Piece dan Amuro Ray di Detective Conan tersebut akhirnya mengundurkan diri dari kedua proyek anime populer itu akibat skandal yang menimpanya.