Karier Mees Hilgers Terancam Mandek Akibat Aturan Kontrak Liga Belanda
Karier sepak bola bek Timnas Indonesia Mees Hilgers terancam mandek di FC Twente setelah kontraknya otomatis diperpanjang hingga musim panas 2027 akibat kelalaian agen yang tidak memutus ikatan kerja sebelum batas waktu 16 Mei. Situasi pelik yang menimpa pemain berusia 25 tahun tersebut memicu kekecewaan manajemen klub kasta tertinggi Liga Belanda karena ia absen tanpa kabar dari dua sesi latihan pramusim sejak Senin (22/6/2026). Padahal, tenaga Hilgers sangat dibutuhkan oleh FC Twente untuk mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi Liga Europa yang dijadwalkan bergulir pada akhir Juli mendatang.
Manajemen FC Twente menyatakan tidak akan tinggal diam dan segera memanggil pemain keturunan Indonesia-Belanda itu ke markas klub guna meminta klarifikasi langsung mengenai ketidakhadirannya.
"Itu harusnya sudah jelas bahwa kami akan berbicara kepadanya mengenai hal ini," kata FC Twente kepada media Belanda, Tubantia, via NU. Absennya Hilgers memicu polemik di Belanda, terlebih sang pemain justru kedapatan berlatih mandiri mengenakan jersi Feyenoord Rotterdam bersama sejumlah pemain lain, termasuk Donny van de Beek.
Jurnalis senior De Telegraaf, Valentijn Driessen, memberikan pembelaan terhadap sang bek dan menilai pihak agen bersalah karena membuat Hilgers terjebak di klub yang hubungannya sudah memburuk sejak sang pemain dibekap cedera ACL musim lalu. "Itu tindakan bodoh (agen tak memutus kontrak)," kata Valentijn Driessen seperti dikutip Superball.id dari Voetbal Primeur.
Driessen menambahkan bahwa perpanjangan otomatis ini merugikan kedua belah pihak dan menyayangkan sikap keras yang ditunjukkan manajemen FC Twente dalam menyikapi kebuntuan tersebut. "Anak itu sudah berada dalam situasi yang sangat sulit, jadi menurut saya masuk akal untuk mengetahui aturan dan mengakhiri kontrak tersebut tepat waktu," ujar Valentijn Driessen melanjutkan. Driessen juga menilai bahwa perselisihan yang berlarut-larut berpotensi menghilangkan waktu bermain sang pemain dalam jangka panjang.
"Sekranag dia secara otomatis memperpanjang kontraknya dan terikat dengan Twente selama satu tahun lagi," kata Valentijn Driessen menambahkan.
Keputusan manajemen klub untuk menahan kepindahan sang pemain juga dianggap Driessen sebagai bentuk tekanan psikologis yang merugikan masa depan sepak bola sang bek. "Meskipun dia awalnya tidak ingin menandatangani kontrak baru," imbuhnya. Driessen mengkhawatirkan masa depan karier profesional Hilgers akan menemui jalan buntu jika perselisihan kontrak ini tidak segera menemukan solusi.
"Ini sangat buruk bagi Twente dan anak itu karena dia tidak bisa bermain sepak bola selama setahun penuh," kata Driessen melanjutkan.
Driessen menutup analisisnya dengan memprediksi bahwa FC Twente kemungkinan besar akan sengaja membekukan posisi sang pemain di bangku cadangan sepanjang musim kompetisi mendatang. "Seharusnya tidak seperti itu, Twente terus bersikap keras sekarang, terlepas dari kesalahan yang dilakukan Sinouh (Agen Hilgers)," ucap Valentijn Driessen.
Sikap keras klub disinyalir menjadi bentuk hukuman tak langsung bagi sang pemain yang ingin hengkang. "Mereka mengatakan: kami akan membuatmu menunggu satu year lagi. Itu tentu akan menyedihkan," pungkasnya.