Kanada Tekuk Afrika Selatan 1-0 untuk Lolos ke Babak 16 Besar
Tim nasional Kanada mencetak sejarah baru setelah berhasil menaklukkan Afrika Selatan dengan skor 1-0 di Inglewood pada hari Minggu, 28 Juni 2026, untuk memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya.
Pertandingan pembuka babak 32 besar ini berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi karena kedua tim belum pernah bermain di fase gugur Piala Dunia sebelumnya, menurut laporan beIN SPORTS.
Gol penentu kemenangan Kanada dicetak oleh gelandang Stephen Eustáquio melalui tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-91 saat laga tampak akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Sebelum pertandingan dimulai, atmosfer di Stadion Los Angeles dipenuhi kegembiraan dari pendukung kedua belah pihak yang membaur dengan membawa bendera dan meniup vuvuzela, seperti dilaporkan oleh EFE melalui holanews.com.
Kelompok suporter Afrika Selatan yang dipimpin oleh Joyce 'Mama Joy' datang berbondong-bondong untuk memberikan dukungan langsung kepada tim Bafana Bafana.
"Yo vengo de la costa este, pero otros colegas viven aquí (en Los Ángeles), otros vienen desde México. Venimos de todos lados, de Nueva York, de Toronto. Esperamos una victoria, nada más que eso ", ujar Jason, salah seorang pendukung Afrika Selatan kepada EFE.
Kehadiran para pendukung Afrika Selatan tersebut turut menarik simpati dari warga lokal yang awalnya berniat menjadi penonton netral.
"Compré mi billete ayer, en realidad venía a este partido siendo neutral, pero cuando llegaron los sudafricanos, ahora los apoyo a ellos por la vibra que transmiten", kata Harry, seorang warga Burbank yang ikut bergabung dalam kemeriahan tersebut.
Di dalam lapangan, Afrika Selatan sempat mengancam lebih dulu melalui tembakan yang ditepis kiper Maxime Crépeau, sementara Kanada membalas lewat serangan vertikal Richie Laryea dan peluang emas Tajon Buchanan yang digagalkan kiper Ronwen Williams pada menit ke-43.
Masuknya Alphonso Davies di babak kedua menambah daya gedor Kanada, hingga akhirnya Eustáquio memecah kebuntuan di masa cedera dan membawa timnya menembus posisi 16 besar turnamen.