Juventus Hadapi Tekanan Besar Jelang Derby della Mole Lawan Torino
Juventus menghadapi tekanan besar menjelang laga krusial dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Klub berjuluk Bianconeri tersebut dijadwalkan bertanding melawan Torino pada Senin (25-5-2026) dini hari WIB, seperti dikutip dari Bola.
Persaingan di papan atas Serie A semakin sengit menjelang pekan terakhir kompetisi. Saat ini, ada empat tim yang tengah memperebutkan dua posisi tersisa untuk melaju ke Liga Champions.
Posisi Juventus menjadi sulit setelah menelan kekalahan 0-2 dari Fiorentina pada pekan sebelumnya. Hasil minor di markas sendiri tersebut sekaligus menghentikan catatan mengesankan 11 pertandingan tanpa kekalahan milik mereka.
Tim yang kini diasuh oleh Luciano Spalletti berada di peringkat keenam klasemen dengan mengoleksi 68 poin. Jumlah poin tersebut sama dengan raihan Como, namun Juventus kalah dalam rekor pertemuan head to head.
Selain itu, Juventus juga terpaut dua angka dari AC Milan dan AS Roma yang berada di atas mereka. Guna lolos ke kompetisi elite Eropa, Juventus tidak hanya wajib menundukkan Torino, tetapi juga bergantung pada hasil laga Milan dan Roma.
Jika kembali gagal menembus Liga Champions, ini akan menjadi kali kedua Juventus absen dari kompetisi tersebut dalam empat musim terakhir. Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi Spalletti yang baru saja memperpanjang kontraknya.
Catatan Sejarah dan Rekor Pertemuan
Pertandingan akhir pekan ini menorehkan sejarah baru bagi kedua tim sejak rivalitas dimulai pada tahun 1929. Laga bertajuk Derby Turin ini untuk pertama kalinya diselenggarakan pada pekan pamungkas Serie A.
Berdasarkan data statistik, Juventus memiliki catatan yang lebih superior. Torino tercatat hanya mampu meraih satu kemenangan dari 39 pertemuan terakhir di liga domestik melawan Juventus, yang terjadi 11 tahun lalu.
Meskipun demikian, Torino memiliki motivasi kuat untuk menjegal langkah sang rival. Tambahan satu poin saja sudah cukup bagi tim berjuluk Il Toro tersebut untuk melampaui total perolehan poin mereka pada musim lalu.
Kondisi Lini Pertahanan Kedua Tim
Performa Torino belakangan ini sedang mengalami penurunan setelah dipastikan aman dari zona degradasi. Anak asuh Roberto D'Aversa menelan dua kekalahan dari tiga pertandingan terakhir, termasuk takluk 1-2 dari Cagliari pekan lalu.
Sektor pertahanan menjadi kendala utama Torino musim ini setelah kebobolan 61 gol. Catatan tersebut merupakan yang terburuk kedua di Serie A, hanya lebih baik dari tim juru kunci, Pisa.
Sebaliknya, Juventus memiliki lini belakang yang relatif lebih kokoh meski performa keseluruhan sedang tidak konsisten. Dalam 10 pertandingan terakhir yang dijalani, Juventus berhasil mencatatkan tujuh laga tanpa kebobolan.