Julien Stephan Membela Pierce Charles Usai QPR Tersingkir

Share

Pelatih kepala Queens Park Rangers Julien Stephan memberikan pembelaan terbuka kepada kiper muda Pierce Charles yang melakukan kesalahan berbuah gol saat QPR tersingkir dari Carabao Cup usai kalah adu penalti dari Millwall. Kiper pinjaman dari Manchester City berusia 21 tahun tersebut gagal menangkap umpan silang Camiel Neghli dari sisi kiri, sehingga Luke Cundle dengan mudah mencetak gol untuk Millwall dalam laga debut kompetitif Charles bersama R's. Meski sempat menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mark Sykes dan Charles berhasil menepis dua tendangan penalti lawan, QPR tetap kalah setelah kiper Millwall Lukas Jensen menggagalkan empat eksekusi penalti dari Ilias Chair, Harvey Vale, Koki Saito, dan Kwame Poku.

Kekalahan dalam drama adu penalti tersebut tidak menghalangi Stephan untuk memberikan pujian terhadap mentalitas sang penjaga gawang muda sepanjang pertandingan.

"Pierce tampil luar biasa – bagaimana dia bereaksi secara mental setelah (kesalahan itu) sangat sempurna," kata Stephan, Head Coach QPR. Stephan menilai aspek distribusi bola dari Charles memberikan dampak besar bagi permainan tim meski usianya masih sangat muda.

"Distribusi bolanya sangat fantastis dan memberikan dampak besar. Kita tidak boleh lupa bahwa dia baru berusia 21 tahun," ujar Stephan, Head Coach QPR. Di sisi lain, juru taktik asal Prancis tersebut merasa puas dengan performa keseluruhan para pemain QPR yang dinilainya telah mendominasi jalannya laga dengan keberanian tinggi.

"Semua pemain memberikan segalanya dan kami mendapatkan banyak hal positif," kata Stephan, Head Coach QPR. Meskipun hasil akhir mengecewakan, Stephan menegaskan keberanian timnya dalam menerapkan rencana permainan di lapangan menjadi modal berharga untuk laga-laga berikutnya. "Saya pikir kami menampilkan performa yang sangat bagus; secara kolektif sangat dominan di lapangan dengan banyak keberanian untuk bermain sesuai cara yang kami inginkan," kata Stephan, Head Coach QPR.

Evaluasi positif tersebut disampaikan Stephan guna menjaga moral tim yang harus memfokuskan kembali perhatian mereka pada kompetisi domestik.

"Tentu saja sangat mengecewakan kalah melalui adu penalti, tetapi bagi saya ada banyak hal positif dalam pertandingan ini," ujar Stephan, Head Coach QPR.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author