John Terry dan Wayne Rooney Kritik Selebrasi Arsenal Lolos Final Liga Champions

Share

Keberhasilan Arsenal menembus babak final UEFA Champions League memicu komentar pedas dari legenda Chelsea, John Terry. Mantan kapten Timnas Inggris tersebut menganggap para pemain Arsenal merayakan kemenangan atas Atletico Madrid di semifinal secara berlebihan.

Dikutip dari Bola, Arsenal mengamankan tiket ke partai puncak setelah meraih kemenangan dramatis lewat gol penentu Bukayo Saka pada leg kedua di Emirates Stadium. Hasil ini membawa The Gunners ke final Liga Champions untuk kedua kalinya sepanjang sejarah klub, setelah sebelumnya kalah dari Barcelona pada final tahun 2006 di era Arsene Wenger.

Lolosnya tim langsung memicu euforia besar di kalangan pemain dan suporter Arsenal. Manajer Mikel Arteta bersama skuadnya terlihat larut dalam perayaan begitu peluit panjang berbunyi, namun momen ini justru mengundang kritik dari beberapa figur besar sepak bola Inggris.

Sebelum kritik dari Terry muncul, legenda Manchester United, Wayne Rooney, sudah lebih dulu mempertanyakan intensitas selebrasi tim asuhan Mikel Arteta tersebut. Wayne Rooney menilai Arsenal belum saatnya bergembira secara berlebihan karena trofi juara belum resmi mereka dapatkan.

"Mereka belum memenangkan apa pun. Menurut saya selebrasinya sedikit berlebihan. Rayakan ketika Anda benar-benar juara. Tapi ya, mereka memang pantas mendapatkannya," ujar Rooney.

Kritik senada kemudian dilontarkan oleh John Terry melalui unggahan di media sosial TikTok saat dirinya menyaksikan pertandingan semifinal lain antara Paris Saint-Germain melawan Bayern Munich. John Terry mengaku tetap memberikan apresiasi kepada Arsenal yang berhasil melangkah ke final Liga Champions.

"Saya sudah menantikan pertandingan ini sepanjang pekan, terutama setelah pertandingan yang buruk tadi malam antara Arsenal melawan Atletico Madrid," ujar Terry.

"Tetap salut untuk Arsenal karena berhasil mencapai final Liga Champions."

Meski mengapresiasi pencapaian tersebut, John Terry memandang reaksi yang ditunjukkan para pemain Arsenal setelah laga usai terasa kurang proporsional. Menurutnya, kegembiraan masif seperti itu lebih tepat diperlihatkan ketika tim sudah dipastikan mengangkat trofi juara.

"Ngomong-ngomong, Arsenal terlalu berlebihan dalam merayakannya. Buat saya, itu terlalu berlebihan."

"Ya, Anda memang bersemangat karena lolos ke final Liga Champions, tetapi menurut saya mereka sedikit terlalu berlebihan dalam merayakannya," lanjut Terry.

Tantangan Berat Menghadapi PSG di Partai Puncak

Arsenal sekarang berada selangkah lagi dari kesempatan mengakhiri penantian panjang mereka untuk merengkuh trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Pada pertandingan final nanti, Arsenal dijadwalkan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain yang lolos setelah menyingkirkan Bayern Munich.

Bagi Mikel Arteta, kesuksesan membawa timnya ke final menjadi indikator perkembangan positif Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Terlebih lagi, klub London Utara ini juga masih berada dalam jalur perebutan gelar juara Premier League musim ini.

Kendati demikian, munculnya kritik dari figur lapangan hijau seperti John Terry dan Wayne Rooney memperlihatkan adanya pergeseran ekspektasi publik terhadap Arsenal. Tim ini sekarang tidak lagi dipandang sekadar kontestan yang sukses menembus final, melainkan skuad yang dituntut untuk membawa pulang piala.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author