John Oliver Gunakan Ticketmaster untuk Tur Komedi 2026
Komedian dan penulis peraih penghargaan Emmy, John Oliver, memanfaatkan platform Ticketmaster dan Live Nation untuk menjual tiket tur komedi solonya yang berlangsung sepanjang akhir tahun 2026. Penjualan tiket untuk jadwal pertunjukannya di Mahaffey Theater St. Petersburg dimulai pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Langkah tersebut menjadi sorotan karena Oliver sebelumnya melontarkan kritik tajam terhadap konglomerat hiburan tersebut dalam acara Last Week Tonight at HBO. Ia menuduh perusahaan tersebut menguasai industri pertunjukan secara penuh dan menyandera penonton serta seniman melalui biaya transaksi.
Mengenai struktur biaya dan penguasaan pasar perusahaan ticketing tersebut, Oliver sempat menyampaikan pandangannya secara terbuka dalam tayangan acaranya.
"Ticketmaster memang membagi biaya dengan pihak lain," kata Oliver.
Ia membeberkan bagaimana penggabungan usaha antara Live Nation dan Ticketmaster menciptakan dominasi yang sangat kuat di panggung hiburan live.
"Beberapa dari pihak lain itu mungkin juga adalah Ticketmaster karena hanya satu tahun setelah persidangan itu, mereka menyelesaikan merger raksasa dengan Live Nation, yang memiliki atau mengoperasikan banyak tempat musik teratas di negara ini dan menyebut diri mereka sebagai produsen konser musik live terbesar di dunia," ujar Oliver.
Oliver turut menyoroti temuan Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait dugaan penekanan yang dilakukan perusahaan terhadap pengelola gedung pertunjukan.
"Bahkan, DOJ baru-baru ini mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah berulang kali memaksa tempat-tempat pertunjukan untuk menggunakan Ticketmaster dan membalas atau mengancam tempat-tempat yang tidak menggunakan layanannya," kata Oliver.
Meskipun pernah melancarkan kritik keras, Oliver dan rekannya Seth Meyers telah menyelesaikan residency di Beacon Theatre awal tahun ini dan melanjutkan jadwal tur ke beberapa kota seperti Nashville, Atlanta, St. Petersburg, dan Ft. Lauderdale hingga 31 Desember 2026. Tiket yang dijual mencakup fasilitas presale bagi pemegang kartu Citi dan akses Live Nation All Access.
Penggunaan Ticketmaster oleh para komedian dan musisi besar mencerminkan sulitnya menghindari monopoli Live Nation di industri hiburan. Langkah serupa pernah ditentang oleh band Pearl Jam pada 1994 dan Louis CK pada 2012, namun integrasi pasar Ticketmaster tetap dominan hingga saat ini.
Di sisi lain, Ticketmaster terus memperluas jangkauan penjualannya dengan mengintegrasikan sistem ke platform kecerdasan buatan seperti Gemini, Claude, ChatGPT, dan Amazon Alexa+. Melalui fitur ini, pengguna di berbagai negara dapat mencari jadwal acara, membandingkan opsi tempat duduk, dan membeli tiket secara langsung dari percakapan AI.