John Herdman Minta Timnas Indonesia Tidak Remehkan Timor Leste

Share

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta anak asuhnya tidak memandang sebelah mata Timor Leste menjelang laga kedua Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (31/7/2026) pukul 17.00 WIB.

Skuad Garuda saat ini menduduki posisi ketiga klasemen sementara Grup A dengan raihan tiga poin. Hasil itu diraih usai Indonesia menundukkan Kamboja dengan skor 5-1 pada pertandingan pembuka di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026).

Dalam laga debutnya tersebut, penyerang berusia 19 tahun Mitchell Baker mencetak tiga gol, disusul gol tambahan dari Sandy Walsh dan Jens Raven, sementara Kamboja membalas lewat Chea Sokmeng pada menit ke-48. Kemenangan tersebut diraih meski sebelumnya penyerang Oxford United FC Marselino Ferdinan harus menjalani uji kebugaran akibat cedera saat latihan.

Di sisi lain, Timor Leste belum mengoleksi poin dan menempati dasar klasemen setelah menelan dua kekalahan berturut-turut, masing-masing 0-7 dari Vietnam dan 0-2 saat menghadapi Singapura. Meski demikian, Herdman menilai Timor Leste menunjukkan peningkatan performa dan berpotensi tampil lebih solid setelah melakoni dua laga awal.

"Saya rasa setiap pertandingan berbeda. Timor Leste berkembang di turnamen ini. Saya menganggap mereka punya performa yang bagus di pertandingan terakhir," kata Herdman seperti dikutip dari detikSport.

Juru taktik asal Inggris itu menegaskan bahwa lawan akan semakin memahami taktik tim seiring berjalannya kompetisi.

"Saya memperkirakan mereka akan lebih baik setelah bermain dua laga. Pada pertandingan ketiga, mereka akan lebih memahami taktik dan rekan satu tim. Kita tak boleh meremehkan Timor Leste," ujar Herdman.

Eks pelatih Timnas Kanada itu juga mengingatkan para pemainnya agar tidak terobsesi mencetak banyak gol. Menurutnya, prioritas utama Skuad Garuda adalah meraih kemenangan dan meningkatkan kualitas permainan secara konsisten di setiap laga.

"Ini bukan soal gol. Ini tentang kemenangan. Saya fokus pada diri kita sendiri untuk menjadi versi terbaik dari kita. Versi yang lebih baik dari laga terakhir," tutur Herdman.

Ia menekankan pentingnya proses perkembangan seluruh pemain sepanjang partisipasi di turnamen kawasan Asia Tenggara ini.

"Jadi itu yang saya sampaikan kepada para pemain. Kita harus berkembang melalui turnamen ini. Kita akan berusaha menemukan cara untuk lebih baik di setiap pertandingan," ucap Herdman.

Selain itu, Herdman sempat memuji penampilan perdana Mitchell Baker saat menghempaskan Kamboja, yang menjadikannya pemain Indonesia pertama sejak Bambang Pamungkas pada 2002 yang mencetak hattrick dalam satu laga Piala AFF.

"Mitchell telah menikmati debut impian. Ini adalah penampilan tim yang luar biasa dan momen yang sangat spesial bagi seorang pemain muda untuk mencetak tiga gol pada debut internasionalnya," kata Herdman seperti dilansir dari aseanutdfc.com.

Herdman menambahkan bahwa keberhasilan penyerang mudanya itu tidak lepas dari kerja keras dan tekanan intensif seluruh elemen tim di lapangan.

"Dia tentu memenuhi harapan malam ini. Mencetak hat-trick pada debut Anda sebagai pemain berusia 19 tahun di depan lebih dari 20.000 orang adalah tantangan yang signifikan. Selamat untuknya, namun seperti yang dikatakan Mitchell, dia tidak bisa mencapainya tanpa tim," ujar Herdman.

Ia menyoroti peran penting para pemain lain dalam merebut bola dan memberikan umpan matang di lini depan.

"Intensitas dan usaha dari pemain seperti Eliano Reijnders dan Donny Tri Pamungkas berkontribusi pada penampilan ini. Saya bisa menyebutkan seluruh tim," tutur Herdman.

Herdman juga mengapresiasi kualitas umpan mendatar maupun silang yang disuplai oleh gelandang Thom Haye sepanjang laga.

"Para pemain bekerja sangat keras untuk menekan, merebut kembali penguasaan bola di area pertahanan lawan, dan mengirimkan umpan silang ke Mitchell. Umpan Thom Haye berada di tingkat yang luar biasa malam ini," ucap Herdman.

Ia menilai penyelesaian akhir Baker menyempurnakan berbagai peluang yang diciptakan oleh rekan-rekannya.

"Semua itu menciptakan peluang, meskipun Mitchell masih harus menyelesaikannya, dan dia melakukannya. Penampilannya tentu memenuhi harapan," kata Herdman.

Kendati menang telak, Herdman mengaku sedikit kecewa karena gawang Indonesia gagal mencatatkan clean sheet akibat kebobolan satu gol dari Kamboja.

"Saya pikir tingkat teknis di Asia Tenggara sangat tinggi. Kamboja menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas teknis yang asli di antara para pemain menyerang mereka dan mampu menimbulkan masalah. Namun, agresivitas kami memungkinkan kami menerapkan tekanan yang sangat intens, yang mencegah mereka berkembang dalam penguasaan bola," ujar Herdman.

Ia menegaskan komitmen timnya untuk terus memperbaiki pertahanan pada laga-laga berikutnya.

"Kami kecewa karena kami ingin menjaga gawang tetap bersih dari kebobolan," tutur Herdman.

Sementara itu, pelatih Kamboja Koji Gyotoku mengakui keunggulan fisik dan kualitas permainan Indonesia usai kekalahan timnya di Bogor.

"Sayangnya, kami kalah dalam pertandingan ini. Namun, ini adalah pengalaman berharga bagi kami untuk menghadapi tim Indonesia dengan banyak pemain berkualitas," kata Gyotoku seperti dikutip dari aseanutdfc.com.

Gyotoku menambahkan bahwa timnya bertekad bangkit pada laga tersisa di fase grup.

"Kami kini telah kalah dalam dua pertandingan berturut-turut, tetapi kami masih memiliki dua pertandingan tersisa. Kami harus melangkah maju dan mencoba memenangkan dua pertandingan berikutnya," ujar Gyotoku.

Ia secara khusus menyoroti keunggulan duel udara para pemain Indonesia yang menjadi pembeda utama di lapangan.

"Indonesia memiliki banyak pemain berkualitas dan sangat kuat dalam duel fisik karena tinggi badan mereka. Itu adalah area yang juga perlu kami tingkatkan," ucap Gyotoku.

Sebelum menghadapi Indonesia, Gyotoku sempat mengungkap keterbatasan waktu persiapan yang dimiliki timnya usai berlaga di Phnom Penh.

"Kami bertanding melawan Singapura dua hari lalu, jadi kami tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan pertandingan melawan Indonesia. Sayangnya, kami tidak mencapai hasil yang kami inginkan melawan Singapura," kata Gyotoku.

Meski demikian, ia menegaskan Kamboja telah berusaha mengalihkan fokus sepenuhnya untuk bersaing di Piala AFF 2026.

"Kami bersiap secara menyeluruh untuk pertandingan pembuka itu, tetapi kami sekarang telah move on dan sepenuhnya fokus pada pertandingan berikutnya melawan Indonesia," tutur Gyotoku.

Mengenai kondisi kebugaran pemain sebelum turnamen dimulai, Herdman sempat mengonfirmasi pemantauan medis terhadap Marselino Ferdinan yang mengalami benturan saat latihan.

"Kami akan mengelolanya selama beberapa hari ke depan, dan dia mudah-mudahan akan menjalani ujian kebugaran hari ini atau besok untuk menentukan ketersediaannya," ujar Herdman seperti dilansir dari aseanfootball.org.

Ia memuji ketahanan mental pemain muda yang merumput di Inggris tersebut.

"Marselino juga seorang pemain muda yang tangguh. Dia mengalami beberapa momen sulit baru-baru ini, tetapi dia sangat kuat secara mental dan sangat ingin bermain," kata Herdman.

Herdman juga menekankan pentingnya menjaga fokus pada identitas taktik tim nasional di tengah padatnya jadwal kompetisi.

"Sebagai tim nasional, kami harus berkonsentrasi pada penampilan kami sendiri dan memercayai langkah-langkah yang telah kami ambil," ucap Herdman.

Ia menilai Kamboja diuntungkan oleh ritme pertandingan karena sudah berlaga lebih awal di turnamen ini.

"Kamboja telah memainkan satu pertandingan di turnamen ini, jadi mereka akan berada dalam ritme yang baik dan siap untuk pertandingan tersebut. Namun, fokus kami adalah pada identitas taktis, koneksi, chemistry, dan semangat kami," tutur Herdman.

Herdman menegaskan rasa percaya pada kemampuan kolektif tim untuk meraih hasil maksimal di setiap laga.

"Kami harus percaya bahwa jika kami memberikan penampilan terbaik yang kami mampui saat ini, kami akan berada di posisi yang baik. Kami telah menyaksikan Kamboja bermain. Mereka terorganisir, disiplin, dan akan menjadi lawan yang sulit," ujar Herdman.

Ia mengakhiri keterangannya dengan mengajak seluruh anggota tim untuk melangkah bersama demi mencapai target terbaik.

"Saat ini, bagaimanapun, kami harus fokus pada tim nasional dan apa yang bisa kami capai bersama. Kami harus mengambil langkah pertama itu bersama-sama dan berharap semua yang kami berikan akan cukup untuk mencapai hasil positif melawan Kamboja," kata Herdman.

Pertandingan antara Timnas Indonesia dan Timor Leste disiarkan secara langsung di siaran televisi RCTI serta layanan live streaming RCTI+, Vision+, dan kanal YouTube Reza Arap.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author