Jessica Kent-Hazledine Alami Kebutaan akibat Optic Neuritis Usai Melahirkan

Share

Seorang ibu bernama Jessica Kent-Hazledine mengalami kehilangan penglihatan mendadak akibat diagnosis penyakit optic neuritis tidak lama setelah melahirkan anak keduanya, seperti dilansir dari HaiBunda pada Sabtu (6/6/2026).

Kondisi penurunan fungsi penglihatan tersebut awalnya terjadi pada mata kiri Jessica setelah dua minggu melahirkan dan dengan cepat memburuk hingga menyerang mata kanannya.

Pemeriksaan medis darurat segera dilakukan setelah Jessica menyadari bahwa gejala yang dialaminya bukan sekadar kelelahan akibat kurang tidur sebagai orang tua baru.

"Saya baru saja menjadi ibu, dan kurang tidur. Tapi saya pikir sebaiknya memeriksakan dan tiba-tiba saya harus menjalani MRI darurat dan tes darah. Semuanya sangat menakutkan, saya membayangkan hal terburuk," kata Jessica Kent-Hazledine.

Kekhawatiran Jessica memuncak karena ia takut tidak dapat melihat perkembangan buah hatinya yang baru lahir.

"Ketika penglihatan di mata kanan juga hilang, saya sangat ketakutan. Saya pikir saya tidak akan bisa melihat bayi saya tumbuh dewasa. Saya mungkin tidak akan bisa melihat bagaimana wajahnya berubah atau kapan dia mengambil langkah pertamanya atau hari pertamanya bersekolah," ujar Jessica Kent-Hazledine.

Tim medis kemudian mengidentifikasi adanya peradangan pada saraf optik Jessica, meskipun diagnosis awal masih memerlukan serangkaian tes lanjutan.

"Mereka (petugas medis) melakukan skrining dan tes, tapi mereka belum yakin dengan diagnosisnya, tapi itu adalah optic neuritis," ungkap Jessica Kent-Hazledine.

Sebagai langkah penanganan, petugas kesehatan menyarankan tindakan donor plasma untuk mengganti komponen cair darah Jessica guna menghentikan serangan antibodi terhadap lapisan pelindung serabut saraf matanya.

Setelah melewati lima kali prosedur penggantian plasma donor tersebut, kondisi penglihatan Jessica berangsur membaik secara signifikan.

"Setelah tindakan kelima, saya merasa hampir kembali seperti diri saya sendiri, rasanya seperti sihir," ungkap Jessica Kent-Hazledine.

Meskipun masih menyisakan sedikit pandangan kabur pada mata kiri, Jessica kini sudah bisa beraktivitas secara mandiri untuk merawat putrunya.

"Penglihatan saya sekarang jauh lebih baik. Saya masih mengalami sedikit penglihatan kabur di separuh mata kiri, tetapi saya dapat merawat putra saya dan menjalani kehidupan mandiri, yang sebelumnya saya khawatirkan tidak akan mampu dilakukan," ungkap Jessica Kent-Hazledine.

Berdasarkan ulasan National Library of Medicine, optic neuritis merupakan gangguan yang kerap menjadi indikasi awal penyakit demielinasi seperti multiple sclerosis, dengan gejala nyeri mata hingga perubahan persepsi warna.

Sebuah studi tahun 2024 dalam Indian Journal of Ophthalmology mengategorikan kasus ini sebagai optic neuritis laktasi, sebuah kondisi langka yang rentan menyerang perempuan hingga 12 bulan pascapersalinan.

"Optic neuritis laktasi lebih disebabkan oleh perubahan imunologis pasca kehamilan daripada periode menyusui itu sendiri. Presentasi dan gambaran klinisnya mirip dengan optic neuritis klasik dan tetap menjadi diagnosis banding penting untuk disfungsi penglihatan pada periode pasca persalinan," demikian hasil studi tersebut.

Kerentanan ibu pascamelahirkan terhadap patologi ini dipicu oleh penurunan drastis hormon pelindung dan aktivitas imunosupresif, terutama pada tiga bulan pertama setelah melahirkan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author