Jepang dan Australia Amankan Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Sembilan wakil Asia (AFC) telah berjuang di Piala Dunia 2026, namun hanya dua negara yang berhasil mengamankan tiket menuju babak 32 besar. Dikutip dari Detik iNET, kedua tim yang sukses melaju tersebut adalah Jepang dan Australia. Sebaliknya, tujuh kontestan Asia lainnya harus angkat koper lebih awal dari turnamen.
Salah satu yang paling menyita perhatian publik dan memicu simpati netizen di media sosial X adalah kegagalan Timnas Iran. Banyak warganet mengapresiasi skuad asuhan Amir Ghalenoei karena Team Melli mampu melewati fase grup tanpa menderita kekalahan. Kendati demikian, mereka tetap gagal melaju karena tidak mampu menempati peringkat tiga terbaik.
Perjuangan Iran dinilai sangat berat lantaran para pemain harus menjalani perjalanan bolak-balik antara Amerika Serikat dan Meksiko untuk melakoni laga dan pemusatan latihan. Faktor kelelahan ini dituding netizen akibat ketidakadilan AS selaku tuan rumah, ditambah situasi geopolitik negara mereka yang sedang sulit.
Nasib serupa menimpa Korea Selatan yang gagal menempati peringkat tiga terbaik. Kegagalan Son Heung-min dan kawan-kawan menjadi rapor merah bagi Negeri Ginseng yang pada edisi Piala Dunia sebelumnya mampu melangkah ke babak gugur. Sementara itu, lima wakil AFC lainnya mencatat hasil buruk. Qatar terpuruk di dasar klasemen Grup B tanpa meraih satu pun kemenangan dan kebobolan sebanyak 10 kali.
Arab Saudi juga menjadi juru kunci di Grup H setelah hanya mengemas dua poin dari dua hasil imbang dan satu kekalahan. Kondisi serupa dialami oleh Irak, Uzbekistan, dan Yordania yang finis di posisi terbawah Grup I, J, dan K setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Pada babak 32 besar, Jepang dijadwalkan menghadapi raksasa Amerika Selatan, Brasil, yang menjadi salah satu tim kandidat juara. Di pertandingan lain, Australia akan ditantang oleh Mesir yang tampil mengesankan sejak fase grup.
Warganet di media sosial kini berharap Jepang dan Australia mampu menciptakan kejutan. Kedisiplinan serta permainan kolektif Jepang selama fase grup dinilai menjadi modal kuat untuk memberikan perlawanan sengit terhadap Brasil.