Jensen Huang Beberkan Pekerjaan Non Sarjana yang Bakal Banyak Dibutuhkan
CEO Nvidia, Jensen Huang, membeberkan sejumlah sektor pekerjaan yang diprediksi akan sangat laris di dunia kerja mendatang. Dilansir dari Detikcom, Huang menempati posisi sebagai orang terkaya nomor delapan di dunia berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires per Juli 2026.
Sebagai bos pembuat chip global, ia kini memimpin lebih dari 40 ribu karyawan di Nvidia. Berdasarkan pandangannya terhadap industri, Huang menyatakan bahwa sektor pekerjaan terampil akan semakin dibutuhkan oleh pasar global.
Banyak generasi muda saat ini merasa waswas terhadap ancaman kecerdasan buatan (AI) pada posisi kerja tingkat pemula. Namun, Huang menjelaskan bahwa perkembangan pusat data justru membuka ribuan peluang kerja baru bagi anak muda.
Peluang kerja yang dimaksud membutuhkan keterampilan spesifik tertentu. Meskipun demikian, lulusan yang diperlukan hanya berada pada tingkat sekolah kejuruan.
Dua bidang pekerjaan yang disebut bakal banyak dibutuhkan adalah teknisi listrik dan tukang ledeng. Sektor keahlian fisik ini dinilai krusial untuk merawat perusahaan maupun pusat data teknologi.
"Jika Anda seorang teknisi listrik, tukang ledeng, tukang kayu—kita akan membutuhkan ratusan ribu dari mereka untuk membangun semua pabrik ini," kata Huang pada akhir 2025 lalu, dikutip dari majalah Fortune.
Ia menambahkan bahwa segmen pekerjaan terampil di setiap perekonomian akan mengalami peningkatan pesat. Oleh karena itu, kapasitas tersebut harus digandakan setiap tahunnya.
Potensi Penghasilan Pekerja Konstruksi
Pekerjaan di bidang keahlian teknis, khususnya konstruksi, sedang mengalami peningkatan permintaan yang signifikan saat ini. Posisi tersebut bahkan memiliki potensi pendapatan yang cukup besar tanpa memerlukan gelar sarjana.
Pekerja di sektor ini dapat memperoleh penghasilan lebih dari USD 100.000 per tahun, atau sekitar Rp 1,8 miliar pada kurs Rp 18.100. Atas dasar tersebut, Huang menilai perusahaan perlu menambah jumlah teknisi listrik dan tukang ledeng secara masif.
Gelombang peluang kerja berikutnya diprediksi akan terletak pada sisi fisik teknologi, bukan pada perangkat lunak. Disiplin ilmu fisika juga dinilai cenderung menjadi lebih relevan di masa mendatang.
"Bagi Jensen muda yang berusia 20 tahun dan telah lulus sekarang, dia mungkin akan memilih…ilmu fisika daripada ilmu perangkat lunak," ujarnya.
Sebagai informasi mengenai latar belakangnya, Huang meraih gelar S1 di bidang Teknik Elektro dari Oregon State University pada 1984. Ia kemudian menempuh pendidikan paruh waktu untuk mendapatkan gelar master di Stanford University hingga sukses mengumpulkan kekayaan mencapai Rp 2.800-2.900 triliun.