Jensen Huang Dorong Pendiri Startup Manfaatkan Peluang Bisnis AI
CEO Nvidia Jensen Huang menilai perkembangan teknologi kecerdasan buatan membuka kesempatan besar bagi generasi pendiri perusahaan rintisan, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam ajang Startup School 2026 saat menanggapi pesatnya pertumbuhan industri AI global.
Huang mengamati laju perubahan teknologi kerap menimbulkan rasa cemas bagi para pengusaha muda. Meski demikian, ia menyarankan para calon pendiri bisnis untuk tidak membiarkan keraguan menghambat langkah awal dalam membangun usaha.
"Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mendirikan sebuah perusahaan," ujar CEO Nvidia Jensen Huang.
Guna mengatasi hambatan psikologis dalam merintis bisnis, Huang membagikan sudut pandangnya mengenai tantangan operasional. Ia mengingatkan agar para pengusaha tidak membesar-besarkan kesulitan hingga memicu kecemasan berlebih.
"Biarkan kesulitan itu datang kepada Anda sedikit demi sedikit," kata Jensen Huang.
Pengusaha berharta sekitar USD 189 miliar atau Rp 3.386 triliun versi Forbes itu menekankan pentingnya menyederhanakan cara pandang terhadap tantangan.
"Jangan membayangkan betapa sulitnya hal itu lalu membiarkan semuanya berubah menjadi kecemasan hingga Anda tidak melakukan apa-apa. Anda harus membayangkan di dalam kepala Anda, seberapa sulitnya sih?" kata Jensen Huang.
Ia mengakui kekhawatiran bisnis merupakan hal wajar yang dialaminya sejak membesarkan Nvidia dari restoran Denny's pada 1993 hingga kini berkapitalisasi pasar USD 4,7 triliun. Bahkan Huang mengaku masih bekerja tujuh hari seminggu demi menjaga kelangsungan perusahaan.
"Anda tahu ungkapan '30 hari menuju kebangkrutan', itu sudah saya gunakan selama 33 tahun. Namun rasanya tidak pernah berubah. Rasa kerentanan, rasa ketidakpastian, rasa ketidakamanan, itu tidak pernah hilang dari Anda," cetus Jensen Huang.
Pandangan senada disampaikan investor Kevin O'Leary yang menilai dinamika ekonomi justru memberikan momentum terbaik untuk memulai bisnis baru. Menurutnya, fase koreksi pasar mendorong terciptanya inovasi dan adaptasi bisnis.
"Faktanya, waktu terbaik untuk memulai bisnis, yang dibuktikan oleh statistik, adalah saat situasi kacau. Tiap kali ekonomi AS mengalami koreksi, itu saat yang luar biasa untuk menjadi pengusaha dan memulai sesuatu. Setelah itu, Anda hanya perlu memikirkan cara beradaptasi dan pivot melaluinya," kata Kevin O'Leary.
Tren kewirausahaan tersebut tecermin dari data Inc yang mencatat rekor 3,23 juta pengajuan izin usaha baru di Amerika Serikat pada paruh pertama tahun 2026, atau naik 12,1 persen secara tahunan.