Jasa Marga Andalkan Teknologi ITS Tingkatkan Akurasi Prediksi Lalu Lintas
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System untuk menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mencapai 98 persen demi meningkatkan pelayanan bagi pengguna jalan tol.
Langkah transformasi digital melalui sistem pintar tersebut berkontribusi positif terhadap nilai Customer Satisfaction Index Jasa Marga pada tahun 2025 yang meraih skor 5,13 dari skala 6, sehingga masuk dalam kategori puas.
Menurut laporan Sindonews, informasi prediksi lalu lintas dari pusat kendali tersebut disebarluaskan kepada masyarakat lewat aplikasi Travoy yang berfungsi sebagai asisten digital perjalanan.
Jumlah pengunduh aplikasi Travoy tercatat sudah mencapai 1,1 juta orang hingga akhir tahun 2025, atau mengalami lonjakan sebesar 48 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024.
Selain optimalisasi teknologi digital, emiten infrastruktur ini juga mengelola fasilitas fisik berupa 59 rest area yang beroperasi di sepanjang jalur tol Jasa Marga Group sampai penghujung tahun 2025.
Sebanyak 26 lokasi atau 44 persen dari total tempat istirahat tersebut merupakan Travoy Rest yang dimiliki serta dikelola langsung oleh anak usaha Jasa Marga.
Pihak manajemen melakukan program rejuvenasi Travoy Rest sepanjang tahun 2025 dengan memperbarui fasilitas umum, menata tenant, menstandardisasi pelayanan petugas, hingga mengoptimalkan area parkir serta ruang terbuka hijau.
Pengembangan perseroan juga menyasar sektor human capital melalui program rekrutmen berbasis kompetensi yang mendukung inklusivitas lintas generasi serta kesetaraan gender di lingkungan kerja.
Peningkatan kapabilitas karyawan dilakukan lewat pemberian beasiswa pendidikan lanjutan, program employee well-being bernama Roadster Sportivo, serta wadah Magang Generasi Bertalenta atau Magenta untuk talenta muda.
Pada aspek sosial dan lingkungan, Jasa Marga merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui pembangunan Taman Lalu Lintas di rest area serta program green rest area yang mencakup Water Treatment dan Waste Management.
Pemberdayaan pelaku usaha kecil diwujudkan melalui pelatihan, sertifikasi, pameran, serta penguatan daya saing komunitas UMKM lokal yang berada di dalam area istirahat jalan tol.
Prinsip Environmental, Social, and Governance diterapkan melalui program Green Toll Road, pemanfaatan energi terbarukan Hybrid Wind Tree, penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik, hingga penerapan budaya K3.